Suara.com - Era globalisasi mendorong pemerintah Indonesia untuk menggunakan beragam teknologi dalam melaksanakan pembangunan, salah satunya adalah membangun dan membentuk sumber daya manusia yang andal dan melek teknologi.
Berangkat dari niat yang tulus, yaitu keinginan untuk membantu anak-anak kurang mampu di Jakarta belajar teknologi, Isaac Edwin Winoto dan 3 orang teman mendirikan GenDigital. Kelompok ini terdiri dari sekelompok pelajar SMA Ipeka Integrated Christian School yang memiliki keinginan dan visi yang sama untuk berbagi Ilmu mengenai teknologi dan logika berpikir.
“Awal ide didirikannya komunitas ini adalah karena kami melihat banyak anak usia 8 – 11 tahun (generasi Alpha) di sekeliling kami, yang memiliki keinginan besar untuk belajar teknologi namun terbentur dengan tidak adanya fasilitas di rumah,” ujar Isaac Edwin Winoto, Founder GenDigital.
"Untuk memperluas jangkauan anak-anak tentang teknologi, kami bekerja sama dengan Wahana Visi mengadakan kegiatan Hour of Code setiap bulan. Hour of Code adalah gerakan International yang bertujuan untuk mengajarkan materi dasar coding kepada siapapun, tua, muda, laki-laki dan perempuan," tambahnya.
Hour of Code adalah belajar coding dengan menggunakan aplikasi interaktif dan menarik untuk anak-anak, seperti Lightbot dan Scratch Jr, yang diajarkan dalam jangka waktu 1-2 jam. GenDigital tidak hanya mengajar di depan kelas, namun menggabungkan berbagai kegiatan dan permainan menarik yang berhubungan dengan topik yang dipelajari, agar anak-anak tidak jenuh dan bosan.
Untuk gadget, GenDigital bergotong royong menyiapkan dan meminjamkan peralatan tersebut kepada adik-adik bimbingnya. Saat ini GenDigital telah rutin mengajar di Bimbel Setia, proses belajar coding dilakukan setiap Sabtu pagi.
GenDigital juga menambahkan aktifitas digital yang seru, seperti VR (Virtual Reality) dan AR (Augmented Reality), supaya adik-adik yang dibimbing terinspirasi dan mengerti tentang produk digital terbaru. Di akhir setiap modul, anak-anak tersebut diharapkan sudah mampu membuat proyek akhir berupa animasi atau game yang akan mereka tampilkan di depan orang tua mereka.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Mengenal Inovasi dan Manfaat Lelang bagi Perekonomian Nasional
-
Rakhano Rilis "Sempat Tak Sempat", Lagu Galau yang Bikin Susah Move On
-
Paramount Land Gelar Pesta Rakyat 'Sinergi dalam Satu Harmoni'
-
Edukasi dan Promosi Kelestarian Hutan, FSC Forest Week di Indonesia Resmi Diluncurkan
-
Pastry Chef Audrey Tampi Gelar Demo Masak Eksklusif di Jakarta
-
Custom Desain Cincin Pernikahan Jadi Tren, Buat Cinta Makin Jadi Lebih Bermakna
-
Meriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-79 dengan Tingkatkan Nasionalisme dan Eratkan Kebersamaan antar Karyawan
-
Rayakan HUT RI, Pergikuliner Festival Ruang Rasa Hadirkan Ragam Kuliner Indonesia di Central Park
-
Rayakan Hari Kemerdekaan Bersama Lebih dari 6000 Siswa dengan Berbagi Es Krim Gratis di Seluruh Indonesia
-
Terinspirasi HUT RI di IKN, The House of Arwuda Luncurkan Parfum Independence