Suara.com - Artotel Yogyakarta sebagai bagian dari Artotel Group menghadirkan rangkaian kepedulian sosial.
Tepat di bulan Desember ini Artotel Yogyakarta melakukan kampanye kepedulian sosial melalui kegiatan seni dengan program Artotel Earth.
Program Artotel Earth ini bekerja sama dengan Yayasan WWF Indonesia sebagai mitra resmi program Signing Blue.
Melalui Program Signing Blue ini, WWF Indonesia mendorong pelaku industri pariwisata untuk melakukan praktik usaha yang bertanggung jawab dalam melestarikan keindahan bahari.
Artotel Group telah terdaftar sebagai member hotel dari program Signing Blue yang diinisiasi oleh WWF Indonesia.
Hotel yang terdaftar sudah melalui penilaian sebagai hotel yang ramah lingkungan, mulai dari mengurangi penggunaan plastik, pengaturan limbah ramah lingkungan, dan ikut mensejahterahkan kelestarian bahari untuk sekarang dan masa mendatang.
Kolaborasi Artotel Earth dengan WWF Indonesia ini kali ini mengangkat tema Mengurangi Sampah Plastik.
Adapun rangkaian programnya antara lain:
1. Pengumpulan donasi
Baca Juga: Senin Ada Rapat? 5 Kafe untuk Meeting di Yogya Ini Bisa Jadi Pilihan
Selama bulan Desember 2019, Artotel akan menyisihkan Rp 10.000 dari setiap kamar yang terjual untuk disumbangkan kepada WWF–Indonesia yang akan dipergunakan untuk kegiatan pelestarian kehidupan maritim dan pengelolaan limbah di Indonesia.
Sebagai timbal baliknya, para tamu akan mendapatkan komik karya seniman Mulyakarya yang menceritakan tentang Labuan Bajo, tempat wisata dan pelestarian alam yang turut didampingi oleh WWF–Indonesia dalam upaya menanggulangi sampah plastik.
Bagi tamu yang tidak menginap dan tertarik untuk memiliki komik yang menarik ini, dapat membeli komik ini seharga Rp 10.000 yang juga akan disumbangkan ke WWF-Indonesia.
2. Pameran seni
Menampilkan pameran seni karya Mulyakarya, sebuah kelompok seniman asal Yogyakarta yang didirikan oleh Danang Catur & Yudha Sandy, berupa komik, poster, lukisan dan instalasi yang diselenggarakan secara serentak di ARTSPACE semua properti Artotel Group mulai dari 1 Desember 2019 sampai 31 Januari 2020.
Para tamu juga dapat membeli karya seni tersebut dimana ada persentase dari hasil penjualan karya seni akan disumbangkan ke WWF–Indonesia.
Berita Terkait
-
Pertamina Raih Efisiensi Setelah Ubah Sistem Distribusi FAME Lewat Pipa
-
Pilah Sampah dari Sumber, Jalan Nyata Jakarta Tekan Timbulan hingga Tuntas
-
Harga Plastik Melonjak Hingga 80 Persen, Gubernur Pramono Ajak UMKM Kembali ke Daun Pisang
-
Bungkus Sendiri Lebih Asyik: Tips Jajan Es Teh Kekinian di Tengah Kenaikan Harga Plastik
-
Daun Pisang Jadi Tren, Toko Es Krim Ini Mendadak Kreatif Efek Harga Plastik Naik
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Mengenal Inovasi dan Manfaat Lelang bagi Perekonomian Nasional
-
Rakhano Rilis "Sempat Tak Sempat", Lagu Galau yang Bikin Susah Move On
-
Paramount Land Gelar Pesta Rakyat 'Sinergi dalam Satu Harmoni'
-
Edukasi dan Promosi Kelestarian Hutan, FSC Forest Week di Indonesia Resmi Diluncurkan
-
Pastry Chef Audrey Tampi Gelar Demo Masak Eksklusif di Jakarta
-
Custom Desain Cincin Pernikahan Jadi Tren, Buat Cinta Makin Jadi Lebih Bermakna
-
Meriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-79 dengan Tingkatkan Nasionalisme dan Eratkan Kebersamaan antar Karyawan
-
Rayakan HUT RI, Pergikuliner Festival Ruang Rasa Hadirkan Ragam Kuliner Indonesia di Central Park
-
Rayakan Hari Kemerdekaan Bersama Lebih dari 6000 Siswa dengan Berbagi Es Krim Gratis di Seluruh Indonesia
-
Terinspirasi HUT RI di IKN, The House of Arwuda Luncurkan Parfum Independence