Suara.com - Pandemi Covid-19 yang menyerang Indonesia memberikan dampak yang cukup besar bagi industri rumah sakit dan pelyanan kesehatan. Sejumlah rumah sakit, baik rumah sakit negeri maupun rumah sakit swasta, tidak hanya diuji kemampuan finansialnya, tapi juga sistem layanan kesehatan yang diberikan.
Melalui webinar bertajuk "Surviving The Covid-19, Preparing The Post - Healthcare Servicea Industry Perspective," yang diselenggarakan oleh MarkPlus, Inc., beberapa waktu lalu, ketua Ikatan Dokter Indonesia, Dr. Moh Adib Khumaidi menilai secara kriteria, Siloam Hospitals Group merupakan rumah sakit swasta yang dinilai berhasil dan mampu melewati ujian pandemi Covid-19 secara finansial dan layanan kesehatan.
"Eksistensi, solid dan memiliki inovasi. Ketiga poin utama ini yang saya jabarkan dalam diskusi bagaimana industri kesehatan dapat terus berjalan ditengah problematika pandemi covid-19. Dan tiga hal ini dimiliki dan dijalankan Siloam Hospitals dengan baik saat menghadapi pandemi. Dasarnya adalah visi mempersiapkan layanan kesehatan, seperti yang disampaikan ibu Caroline Riady dalam sesi diskusi," sebut Adib Khumaidi.
Ketua IDI ini pun menambahkan, tidak saja Covid-19, secara keseluruhan, Indonesia pun memiliki sejumlah tantangan dalam menghadapi penyakit lainnya yang hingga kini masih menjadi pekerjaan utama para petugas medis Indonesia, yaitu TBC, Diabebtes, HIV serta kemiskinan.
Di kesempatan lainnya, pendiri MarkPlus, Hermawan Kartajaya turut memberikan apresiasi terhadap Siloam Hospitals Group dalam kesungguhannya dari sisi finansial saat menghadapi pandemi Covid-19.
"Karena dalam industri kesehatan, kekuatan finansial merupakan poin utama selain pelayanan. Siloam Hospitals Grup yang memiliki 39 unit rumah sakit, tetap bertahan dimasa Pandemi hingga new normal ini, tentu sebuah prestasi. Ada persiapan manajemen yang akurat yang bisa saya lihat dari pemaparan Bu Caroline Riady dalam diskusi," sebut Hermawan.
Sebelumnya, sebagai pembicara pertama dalam sesi layanan rumah sakit pada tema industri kesehatan dimasa Pandemi Covid-19, Wakil Presiden Direktur Siloam Hospitals Group, Caroline Riady memaparkan tentang bagaimana Siloam Hospitals Group menghadapi Wabah Corona sejak awal Maret 2020. Dilatarbelakangi visi memberikan pelayanan kesehatan kesehatan berdasarkan kasih guna ikut membangun pertumbuhan, pihak Siloam Hospitals tidak ragu menanamkan investasinya dengan landasan persiapan mutu manajemen yang akurat.
"Kuncinya adalah melayani agar kembali sehat. Tantangannya adalah pelayanan dan ketahanan finansial. Dua hal ini kami kuatkan strateginya, yaitu secara internal kami mampu dan kuat lalu kami menentukan pemetaan secara menyeluruh guna untuk memberikan pelayanan baik pelayanan pada pasien Covid dan non Covid. Peningkatan inovasi secara teknologi dan fasilitas kami tingkatkan pula secara berimbang," tutur Caroline Riady.
Siloam Hospitals Group merupakan kelompok rumah sakit milik PT Lippo Karawaci TBK yang hingga saat ini memiliki 39 unit rumah sakit dan melayani pelayanan kesehatan dipenjuru nusantara. Sejak virus Corona (SARS- CoV2) dinyatakan sebagai wabah (pandemi Covid-19) nasional sejak Maret 2020, Siloam Hospitals Group telah melayani lebih dari 1.900 pasien dengan tingkat kesembuhan 93% selain mengadakan layanan layanan Rapid Test secara berkala melalui layanan 'Drive Thru Rapid Test' dan turut membuka layanan telekonsultasi guna menerapkan sistem protokol kesehatan.
Saat ini Siloam Hospital telah melakukan uji coba Swab lebih dari 20.000 dan pengadaan Rapid Test melalui metoda Tes Serologi terhadap masyarakat sebanyak 250.000 dan ikut mendonasikan ribuan Alat Pelindung Diri kepada sejumlah pihak.
Baca Juga: Khawatir Positif Virus Corona, Pria Tewas Usai Ditolak 18 Rumah Sakit
Berita Terkait
-
Menjaga Penglihatan di Era Modern, Tantangan Baru Layanan Kesehatan Mata Indonesia
-
Promo Eksklusif, Nasabah BRI Bisa Dapat Diskon Khusus di Siloam Hospital
-
Rumah Sakit Jepang Seperti di Zona Perang, Kewalahan Obati Korban Gempa Bumi Kumamoto
-
Tak Hanya Pemerintah, Industri RS Butuh Pendanaan Perbankan
-
Satu Terbang dari Sarang Burung Kukuk:Perjuangan Kebebasan di Balik Rumah Sakit Jiwa
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Bahlil Ngaku IPK Kuliahnya 2,75, Candaan soal Gelar Doktor Bikin Peserta Musda Tertawa
-
Beruang Liar Ngamuk di Muratara, Dua Petani Karet Diserang Berturut-turut
-
Yield SBN Naik hingga 7,14 Persen, Purbaya Salahkan Konflik Timur Tengah
-
Buka Kaca Mobil di Istana, PM Thailand Balas Sambutan Pelajar dengan Gestur Jari Cinta
-
Sudaryono Copot 137 Kepala Dapur MBG, Penyebabnya Keracunan hingga Ngentit Uang
-
Seni Jathilan 'Gemparkan' Pasar Ngijon, Ketika Budaya Gerakkan Roda Ekonomi
-
Kabar Bagus! Harga Minyak Dunia Turun Usai AS - Iran Mau Berunding Lagi
-
15 Ide Lomba 17 Agustus yang Cocok untuk Semua Usia, Seru dan Tidak Membosankan
-
Berburu Kursi Empuk, Trik Pragmatis Golkar 'Anti-Oposisi' Demi Amankan Kekuasaan
-
Harda Tak Soal Isu Kenaikan Gaji Kepala Daerah, Jamin Tak Ada PHK PPPK