Suara.com - Orang dengan penyakit degeneratif seperti jantung dan diabetes berisiko lebih tinggi tertular virus Corona Covid-19. Oleh karena itu di masa new normal, dokter mengingatkan masyarakat tak boleh lengah.
Dokter spesialis penyakit dalam Siloam Hospitals Paal Dua Manado, dr. Agung Nugroho, Sp.PD-KPTI, menyoroti tingginya mortalitas di Sulawesi Utara hingga 6,05 persen terutama pada pasien lanjut usia dan pasien dengan penyakit bawaan.
Ia memprediksi pandemi Covid-19 masih akan berlangsung lama. Terlebih, penyakit infeksi memiliki sifat hilang-timbul yang wajib diwaspadai.
"Pesan yang ingin saya sampaikan akan pandemi yang akan berlangsung cukup lama ini, bahwa perlu adanya definisi dalam melaksanakan penanganan Covid-19. Ambil contoh pada penanganan pasien Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA. Secara praktis semua pasien pneumonia berat dianggap sebagai probable covid sampai terbukti PCR negatif atau positif," tutur Nugroho dalam webinar Siloam Hospitals Paal Dua di Manado.
Dikatakannya, Tata Laksana Covid-19, khususnya pada periode new normal dapat dilaksanakan melalui tahapan asimptomatik dan simptomatik, khususnya pada penanganan penyakit dalam meliputi jantung, otak dan lainnya.
"Harus diwaspadai bila pasien Covid-19 memiliki bawaan penyakit lainnya, misalnya adanya bawaan penyakit jantung atau susah bernafas. Dalam tahapan asimptomatik terdapat 10 hingga 40 persen pasien tidak bergejala, dapat menularkan dan beberapa hari kemudian terbukti terpapar Corona. Ini merupakan potensi penularan. Sedangkan tahapan Simptomatik merupakan fase pengobatan dengan melalui terapi, seperti pemberian oksigen, ventilator hingga terapi cairan", ujar dr Agung.
Sebagai salah satu rumah sakit rujukan penanganan pasien Covid-19 sejak April 2020 yang ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Siloam Hospitals Paal Dua di kota Manado selama bulan Juni 2020 telah melayani 70 pasien Covid-19 dengan komposisi 38 pasien pria dan 32 pasien wanita.
Guna mencegah pandemi areal rumah sakit pun dibagi tiga zona meliputi zona merah untuk areal Laboratorium, zona kuning bagi layanan manajemen hingga zona hijau untuk kedatangan pasien maupun layanan lainnya dengan mengacu dan mengikuti protokol kesehatan cegah pandemi Covid-19.
"Terkonfirmasi terpapar Corona sebanyak 63 pasien dan 7 pasien berstatus Pasien Dalam Pengawasan", ungkap dr. Paulina Kasih, M.Kes, dalam siaran pers yang diterima Suara.com.
Baca Juga: Keren, India Siap Uji Coba Vaksin Covid-19 ke Manusia Bulan Agustus
Menurut Paulina Kasih, sebagai rumah sakit rujukan, pihaknya menggunakan amanah tersebut sebagai ajang dedikasi dan bentuk bakti tanggung jawab kepada seluruh masyarakat di Sulawesi Utara. Hal tersebut dilihat dalam bentuk presentasi pada webinar yang tidak saja diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan namun turut diikuti pula oleh Kepala Dinas Kesehatan Pemprov Sulut dan sejumlah Direktur Utama dari beberapa rumah sakit lainnya di kota Manado.
"Kami melayani 7x24 jam, tidak saja didampingi perawat dan dokter umum, namun layanan pasien Corona juga dilayani oleh para dokter spesialis. Selain itu layanan Laboratorium, Radiologi dan kamar operasi kami operasikan setiap hari 1x24 jam termasuk layanan persalinan ibu hamil yang mengalami gejala atau terpapar corona", pungkas Paulina.
Berita Terkait
-
Waspada! WNA Australia Positif Campak Usai dari Bandung, Kemenkes Perketat Surveilans
-
Misteri di Balik Jas Hitam Jokowi di India: Bawa Jas, Kenapa Tangan Kiri Tertutup?
-
Fans Kim So Hyun Kompak Sumbang Rp1,2 Miliar di Momen Ultah Sang Aktor
-
Tantangan Pasien PJB: Ribuan Anak dari Luar Jawa Butuh Dukungan Lebih dari Sekadar Pengobatan
-
Indonesia Krisis Dokter Jantung Anak, Antrean Operasi Capai Lebih dari 4.000 Orang
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Mengenal Inovasi dan Manfaat Lelang bagi Perekonomian Nasional
-
Rakhano Rilis "Sempat Tak Sempat", Lagu Galau yang Bikin Susah Move On
-
Paramount Land Gelar Pesta Rakyat 'Sinergi dalam Satu Harmoni'
-
Edukasi dan Promosi Kelestarian Hutan, FSC Forest Week di Indonesia Resmi Diluncurkan
-
Pastry Chef Audrey Tampi Gelar Demo Masak Eksklusif di Jakarta
-
Custom Desain Cincin Pernikahan Jadi Tren, Buat Cinta Makin Jadi Lebih Bermakna
-
Meriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-79 dengan Tingkatkan Nasionalisme dan Eratkan Kebersamaan antar Karyawan
-
Rayakan HUT RI, Pergikuliner Festival Ruang Rasa Hadirkan Ragam Kuliner Indonesia di Central Park
-
Rayakan Hari Kemerdekaan Bersama Lebih dari 6000 Siswa dengan Berbagi Es Krim Gratis di Seluruh Indonesia
-
Terinspirasi HUT RI di IKN, The House of Arwuda Luncurkan Parfum Independence