- Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko menghadapi risiko serius penyebaran penyakit menular bagi para penonton.
- Otoritas kesehatan menyoroti lonjakan kasus campak di tiga negara tuan rumah serta ancaman endemis hepatitis A di Meksiko.
- Wabah Ebola di Kongo dan Uganda telah ditetapkan WHO sebagai darurat kesehatan global karena berisiko menyebar lintas negara.
Suara.com - Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko mulai dibayangi kekhawatiran serius terkait penyebaran penyakit menular.
Wabah campak hingga Ebola menjadi perhatian otoritas kesehatan dunia menjelang turnamen yang dimulai pada 11 Juni mendatang.
Turnamen edisi 2026 menjadi Piala Dunia pertama yang digelar di tiga negara sekaligus.
Dengan format baru yang melibatkan 48 tim dan lebih dari lima juta penonton diperkirakan hadir, risiko penyebaran penyakit dinilai meningkat drastis.
Dilansir dari Korea Time, otoritas kesehatan Korea Selatan melalui Korea Disease Control and Prevention Agency (KDCA) mengeluarkan peringatan khusus bagi warga yang berencana menonton langsung Piala Dunia 2026.
KDCA menyoroti lonjakan kasus campak di negara tuan rumah.
Di Meksiko, angka infeksi campak meningkat menjadi 7,57 kasus per 100 ribu penduduk, naik dibanding tahun lalu.
Sementara di Amerika Serikat, sebanyak 1.792 kasus campak telah tercatat sepanjang tahun ini.
Jumlah tersebut mendekati total kasus sepanjang tahun lalu yang mencapai 2.288 infeksi.
Baca Juga: Skuat Resmi Timnas Kongo di Piala Dunia 2026: Duo Eks Manchester United Jadi Andalan
Situasi di Kanada juga mengkhawatirkan. Negara tersebut bahkan kehilangan status bebas campak yang telah dipertahankan sejak 1998 setelah ribuan kasus muncul akibat infeksi impor sejak 2024.
Tak hanya campak, Meksiko juga disebut masih menjadi wilayah endemis hepatitis A.
Kondisi itu membuat penonton dan wisatawan diminta lebih berhati-hati selama berada di negara tuan rumah.
Ancaman kesehatan global juga datang dari Afrika. Kongo dan Uganda saat ini tengah menghadapi wabah Ebola besar.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, lebih dari 300 kasus dugaan Ebola telah dilaporkan di dua negara tersebut. Sedikitnya 88 orang dilaporkan meninggal dunia.
WHO bahkan telah menetapkan status Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) atau darurat kesehatan global untuk wabah Ebola tersebut.
Status ini menunjukkan adanya risiko penyebaran lintas negara yang serius.
Berita Terkait
-
Skuat Resmi Timnas Kongo di Piala Dunia 2026: Duo Eks Manchester United Jadi Andalan
-
Zinedine Zidane, Maestro Prancis yang Tinggalkan Warisan Besar di Piala Dunia
-
John Herdman Pasang Standar Tinggi: Hanya Pemain Liga Top Eropa yang Layak Bela Timnas Indonesia!
-
Upaya Terakhir AS Gagalkan Timnas Iran ke Piala Dunia 2026! Team Melli Tertahan di Turki
-
Doa Jahat Warga AS untuk Timnas Iran di Piala Dunia 2026: Datang Kalah Lalu Gak Pulang
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi