Suara.com - Di tengah era modern seperti sekarang ini, lagu campursari tetap tumbuh subur meski baru saja ditinggalkan sang maestro, Didi Kempot. Dia adalah penyanyi campursari yang telah memiliki 26 album, Endah Saraswati.
Di tengah era pandemi virus corona, Endah Saraswati merilis album terbaru berjudul Allboom Pelakor Cantik yang berisi enam lagu. Rencananya, album ini akan dirilis pada 24 Juli 2020.
Yang menarik, Endah Saraswati menyelipkan kampanye peduli kesehatan lewat lagu "Ojo Ngeyel". Ini juga mejadi lagu jagoan di album terbaru Endah Saraswati.
"Pelakor kepanjangan dari penyanyi lagu-lagu korona. Cantik kepanjangan dari Campursarinan TikTok," kata Endah Saraswati, ditemui di Jakarta, baru-baru ini.
"Ojo Ngeyel" diciptakan sendiri oleh Endah Saraswati. Lagu tersebut merupakan ajakan untuk masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan.
"Lirik lagunya cuma saya bikin simpel sekali, hanya satu bait saja. Ojo ngeyelll!!! Ojo Ngeyelll!!!Ojo Ngeyelll!!! Dikandani Ojo Ngeyelll!!! Tapi dinyanyikan berulang-berulang selama kurang lebih tiga menit," ungkap Endah Saraswati yang punya julukan The Queen Of Campursari.
Endah sengaja membuat lirik yang sederhana agar lagu dan pesannya bisa cepat diterima pendengar.
"Karena lirik lagunya berisi imbauan untuk menaati protokol kesehatan antara lain: wajib pakai masker, rajin cuci tangan, jaga jarak, tidur atau istriahat, perbanyak makan sayur dan buah, stay at home, dan lainnya," imbuh Endah Saraswati.
Selain memberikan imbauan kesehatan, Endah Saraswati juga berharap lagu-lagu di albumnya ini menjadi penyemangat bagi masyarakat yang terkena dampak virus corona. Karena Endah sendiri mengakui, sebagai penyanyi campursari, ia sama sekali tak bisa manggung dan mendapat job akibat virus corona.
Baca Juga: Edo Kondologit Gandeng Penyanyi Malaysia untuk Proyek Kemanusiaan
"Saya selaku Pelaku seni terkena dampaknya juga kan. Job-job yang sudah masuk dicancel semua. Sekarang kita perbanyak istighfar, mohon ampunan Allah. Kita sebagai manusia pasti pernah mempunyai khilaf dan dosa.
Perbanyak Berdoa. Ayo kita sama-sama berdoa, memohon sama Allah agar Covid-19 ini segera dihilangkan," tutur Endah Saraswati.
Berita Terkait
-
Efek Domino Pandemi Bikin Harga Mobil Bekas Gagal Turun
-
Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19
-
IHSG Hancur Lebur Seperti Era COVID-19, Padahal Tak Sedang Pandemi
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
5 Sifat dan Karakter Utama Zodiak Cancer Pria, Hangat di Balik Kesan yang Misterius
-
Makin Colorful Makin Centil, Bagaimana Outfit Berwarna Tetap Enak Dilihat?
-
DPR Kawal Hak Pekerja PT Pos, Tagihan Rp 158 Miliar Akhirnya Cair
-
Jaga Warisan Kuliner Sejak 1992, Sugi Wahyuni Kembangkan Terasi Kumbe Bersama BRI
-
PDIP Buka Suara Soal Akun Instagram Jokowi yang Sempat Unggah Hoaks Melva Pardede
-
Review Film Songs of Earth: Perjalanan Anak Mengenal Ayahnya Lebih Mendalam
-
Bupati Enrekang Gabung Gerindra, Ketua Nasdem Sulsel: Jangan Lupa Diri
-
Mengenal Hijab Dimsum, Tren Pashmina Keriting yang Dilirik Gen Z Bikin Gaya Makin Unik!
-
Kisah Nursia, Perintis Usaha Ikan Asal Sorong yang Sukses "Naik Kelas" Bersama BRI
-
Pengungsi Gempa NTT Menyusut 4.142 Orang, Ribuan Rumah Masih Rusak Berat