Suara.com - Investasi bodong masih menjadi kejahatan yang serius di Indonesia. Hingga saat ini kasus tersebut masih sering terjadi di Tanah Air.
Menurut Satgas OJK, Tongam L Tobing, kerugian dari kasus investasi bodong mencapai angka Rp92 triliun selama 10 tahun terakhir. Sebuah angka yang sangat besar, dan menandakan kasus ini menjadi sebuah ancaman yang serius.
"Dalam beberapa bulan pertama nasabah akan mendapatkan bunga 10% dan hanya berlaku sampai bulan ketiga. Setelah top up miliaran rupiah, kemudian perusahaan kabur. Jadi, nasabah dipancing untuk top up terlebih dahulu, kemudian ditipu," kata Tongam L Tobing.
Meski kasus investasi bodong sering terjadi, namun ada akar permasalahan yang belum bisa teratasi. Permasalahannya adalah, siapa dalang di balik aksi penipuan tersebut. Hal ini akan sangat sulit diungkap orang awam, yang tidak memiliki kemampuan di bidang investigasi.
Karena untuk mengungkap kasus investasi bodong dibutuhkan seorang private investigator profesional. Selain ahli, juga harus memiliki koneksi, dari bawahan hingga atasan.
Di Indonesia sendiri sebenarnya sudah ada investigator profesional, yang salah satu keahliannya mengurus kasus investasi bodong. Dalam praktiknya, mereka bekerja dengan para investigator profesiona lainnya.
Mereka memiliki latar belakang di bidang intelijen, psikologi, interpol, hukum dan teknologi informatika.
Salah satu investigator profesional yang ada di Indonesia adalah Detektif Jubun. Dalam proses pengungkapan kasus, Jubun akan fokus mencari keterangan selengkap-lengkapnya dari klien.
Kemudian dia akan memulai eksplorasi dengan memanfaatkan teknologi canggih saat ini mulai dari akun sosial media, dan jejak digital lainnya.
Baca Juga: Terdakwa Bos MeMiles Divonis Bebas, Jaksa Ajukan Kasasi ke MA
Dari data dan informasi yang dia dapatkan, Jubun bisa melacak keberadaan seseorang meskipun berada di luar negeri. Dia bisa menemukan seseorang yang memiliki informasi sensitif.
Dalam proses investigasi, Jubun akan bergerak bersama timnya dan teliti ketika bekerja di lapangan.
Berita Terkait
-
Mengapa Banyak Orang Terjebak 'Mimpi Jadi Kaya' di Ponsel? Detektif Jubun Buka Suara
-
Makna Imlek bagi Detektif Jubun: Menata Hati, Menjaga Integritas
-
Detektif Jubun Bongkar Ilusi Sukses Instan di Balik Kasus Kripto Timothy Ronald
-
5 Fakta Kasus Timothy Ronald dan Dugaan Penipuan Kripto MANTA Network
-
Detektif Jubun Bongkar Rahasia Gelap Money Game Syariah: Waspada Riba Berkedok Surga
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- 5 HP Infinix Kamera Bagus dan RAM Besar, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Samsung Kamera Bagus dan RAM Besar, Pas buat Multitasking
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Mengenal Inovasi dan Manfaat Lelang bagi Perekonomian Nasional
-
Rakhano Rilis "Sempat Tak Sempat", Lagu Galau yang Bikin Susah Move On
-
Paramount Land Gelar Pesta Rakyat 'Sinergi dalam Satu Harmoni'
-
Edukasi dan Promosi Kelestarian Hutan, FSC Forest Week di Indonesia Resmi Diluncurkan
-
Pastry Chef Audrey Tampi Gelar Demo Masak Eksklusif di Jakarta
-
Custom Desain Cincin Pernikahan Jadi Tren, Buat Cinta Makin Jadi Lebih Bermakna
-
Meriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-79 dengan Tingkatkan Nasionalisme dan Eratkan Kebersamaan antar Karyawan
-
Rayakan HUT RI, Pergikuliner Festival Ruang Rasa Hadirkan Ragam Kuliner Indonesia di Central Park
-
Rayakan Hari Kemerdekaan Bersama Lebih dari 6000 Siswa dengan Berbagi Es Krim Gratis di Seluruh Indonesia
-
Terinspirasi HUT RI di IKN, The House of Arwuda Luncurkan Parfum Independence