Suara.com - Pandemi Covid-19 membawa tantangan yang berbeda bagi industri musik, tidak hanya di ibu kota, tetapi juga di seluruh Indonesia.
Menjawab tantangan tersebut, Resso, aplikasi streaming musik sosial pertama, terus memberdayakan dan mempromosikan musisi lokal melalui fitur dalam aplikasi dan program kolaboratif.
“Selama pandemi ini, tampaknya banyak musisi yang kehilangan cara untuk menjangkau para pendengar baru. Namun, dengan hadirnya platform musik digital seperti Resso sangat membantu para musisi untuk mempromosikan karya-karya terbaru kami selama pandemi," terang Oslo Ibrahim, musisi pendatang baru asal Medan yang terkenal dengan lagu-lagu pop soul/R&B-nya dalam siaran pers yang diterima Suara.com, Sabtu (24/10/2020).
Musisi lain asal Medan, Romantic Echoes, proyek musik solo J. Alfredo, gitaris & vokalis dari PIJAR juga menyampaikan sentimen serupa.
"Saya tidak memiliki banyak kesempatan untuk tampil karena pandemi. Oleh karena itu saya mencari cara untuk untuk dapat terhubung dengan penggemar dan mempromosikan musik saya melalui platform digital," jelasnya.
Menurut prediksi, pengguna streaming musik Indonesia diperkirakan akan mencapai 18,7 juta pada 2025. Itu artinya akan membuka peluang yang tidak terbatas (Digital Music 2020, Statista).
"Teknologi memungkinkan kita untuk melampaui batas geografis. Musisi, dimanapun mereka berada, dapat mendistribusikan musik mereka melalui berbagai platform termasuk platform streaming musik digital. Di Resso, kami berkomitmen untuk terus mendukung musisi lokal melalui berbagai fitur dan program kolaboratif," kata Christo Putra, Head of Music and Content, Resso Indonesia.
Selain program kolaboratif, aplikasi ini juga menawarkan musisi dan penggemar untuk terhubung, dan mempromosikan lagu mereka melalui beragam fitur yang berbeda, di antaranya Comment dan Lyric Quotes.
Comment merupakan fitur di mana penggemar dan artis musik dapat berdiskusi. Fitur terobosan ini memungkinkan penggemar dan artis lebih dekat dari sebelumnya.
Baca Juga: Videografis: Tips Atasi Kebosanan Anak Selama Pandemi
Sedangkan Lyric quotes lebih dari sekadar lirik yang tampil di layar ketika aplikasi dibuka atau ketika layar dikunci.
Dengan fitur lyric quoets, penggemar dapat mengekspresikan dirinya dengan membagikan bagian lirik yang diinginkan ke media sosial dan memungkinkan mereka untuk menyesuaikan latar belakang sesuai dengan keinginan mereka.
Dengan menampilkan musisi yang menyanyikan lagu tersebut melalui lirik yang di unggah di media sosial. Hal tersebut merupakan salah satu cara unik penggemar untuk mendukung dan mempromosikan musisi favorit mereka.
"Aplikasi streaming musik, seperti Resso, tentunya membuka pintu bagi musik saya untuk ditemukan oleh para pendengar baru. Membaca komentar orang-orang tentang lagu saya menjadi hal yang menarik dan berbeda. Bagi musisi lokal seperti saya, hal ini memberikan harapan bahwa dari mana pun kita berasal, musik merupakan bahasa universal yang bisa dinikmati semua orang," tutup J. Alfredo.
Resso dapat diunduh secara gratis melalui Apple App Store dan Google Play Store. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang Resso dan program-program menariknya, follow Instagram resmi @Ressoidn, Twitter, dan TikTok.
Berita Terkait
-
Efek Domino Pandemi Bikin Harga Mobil Bekas Gagal Turun
-
'Kiamat' Pandemi COVID-19 Bisa Terulang Jika Selat Hormuz Terus Diblokir Iran
-
Pandemi Senyap 2026: Mengapa Anak Indonesia Kembali Diserang Campak?
-
The Sounds Project Vol. 9 Umumkan Phase 2, Deretan Musisi Global dan Lokal Siap Tampil
-
Majukan Musisi Lokal, Nuon dan Playup Luncurkan Gerakan Harmoni Nusantara
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Karhutla Memanas, Kabut Asap Selimuti Kota Palembang
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!