Suara.com - Alas kaki atau sandal menjadi bagian yang tak terpisahkan dari keseharian sebagian besar masyarakat Indonesia. Di masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) seperti saat ini, yang mana semua kegiatan dilakukan dari rumah, maka sandal semakin menjadi bagian yang tak terpisahkan.
Untuk membantu aktivitas berjalan, memilih sandal yang tepat menjadi hal yang utama. Bukan hanya bentuknya yang menarik, tapi ketika memilih sandal, ada beberapa hal yang pantut diperhatikan.
Sandal sebaiknya nyaman digunakan dan dibuat dari bahan yang tidak licin, terutama pada bagian dimana telapak kaki kita akan berada. Sebaiknya kenali dulu bahannya, agar ketika dipakai, terutama ketika dalam keadaan basah atau hujan, sandal Anda tetap mampu menunjang telapak kaki dengan mantap dan anti slip.
Untuk bagian bawah pun demikian, sebaiknya pilih jenis yang bahannya solnya mampu menahan berat beban tubuh dan tidak membuat Anda mudah terpeleset.
Sandal tersedia dalam berbagai macam jenis, misalnya sandal yang digunakan di kamar tidur, sandal di seputar rumah, hingga sandal yang bisa digunakan untuk aktivitas di luar rumah. Nah kini, ada jenis sandal yang bisa digunakan kemanapun masyarakat beraktivitas, Sandal Leones.
“Sandal Leones dibuat dari bahan dengan kualitas material yang sangat baik, dengan beberapa keunggulan, seperti anti slip sehingga nyaman digunakan untuk berjalan di permukaan basah, fitting yang nyaman, serta sol yang tak mudah terpeleset,” ujar Edi Susanto, Direktur PT. Ska Prima Eva, yang mengembangkan sandal dengan merek Sandal Leones.
Ska Prima Eva mengembangkan inovasi-inovasi terkininya, sehingga mampu menghadirkan jenis-jenis sandal yang bisa dipilih masyarakat. Selain Sandal Thong (sandal jepit) beberapa tipe produk Sandal Leones lain yaitu Sandal Slide, Sandal Casual, dan Sandal Gunung.
Produknya hadir dalam beberapa pilihan warna, dengan desain yang simpel dan bahan yang berkualitas, cocok dan nyaman untuk digunakan dalam berbagai aktivitas. Sandal Leones, merupakan produk asli dalam negeri, yang dirancang oleh sumber daya manusia lokal dan diproduksi di Indonesia.
Dengan kisaran harga Rp119 ribu, sandal yang dapat digunakan oleh laki-laki dan perempuan mulai usia 13 tahun ini menyasar segmen menengah ke atas. Ska Prima Eva sendiri mulai berdiri pada Desember 2020, yang diprakarsai oleh Edi Susanto, Santopo, dan Yanto, melalui Leones Indonesia.
Baca Juga: Cuma Pakai Daster dan Sandal Jepit, Wanita Ini Beli Emas Rp 30 Juta Dibungkus Kresek
Sandal Leones bisa didapatkan secara mudah melalui online store Tokopedia dan Shopee, serta akan segera tersedia di toko-toko alas kaki di Jawa dan Bali. Informasi mengenai produk Leones dapat dilihat pada official website Leones di www.leones.id maupun di Instagram @leones.id dan facebook page @leones.id.
Berita Terkait
-
Jalan-Jalan Bareng Suami, Harga Sandal Jepit Aurel Hermansyah Jadi Sorotan
-
Baru Seminggu, Gemasnya Gaya Anak Reza Gladys Pakai Sandal Jepit di Pemotretan
-
Sandal Jepit Selalu Hilang Sebelah, Sosok Pencurinya Tak Disangka
-
Cuma Pakai Daster dan Sandal Jepit, Wanita Ini Beli Emas Rp 30 Juta Dibungkus Kresek
-
Sandal Jepit Nagita Slavina Rp 14 juta, Netizen: Talinya Bisa Putus, Nggak?
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?
-
Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas
-
Presiden Prabowo Diminta Segera Evaluasi Kinerja Mendag, Ada Apa?
-
Abdul Wahid Menunggu Vonis, Berharap Putusan Benar-benar Adil
-
Puluhan Tangki Tiap Musim Kemarau Tak Selesaikan Masalah, Warga Kemesu Minta Pencarian Sumber Air
-
Kasus Hutan Lindung Tanjung Piayu, PT GTP Resmi Jadi Tersangka Korporasi
-
9 Rekomendasi Parfum yang Cocok untuk Zodiak Taurus, HMNS hingga Mykonos
-
Kebakaran Hebat Landa Permukiman Padat di Kebayoran Lama, 28 Unit Damkar Dikerahkan
-
Strategi Pemerintah Siapkan Hidrogen Jadi Bahan Bakar Masa Depan RI
-
Pakar Desak Tim 9 Bongkar Pihak Lain yang Punya Kuasa Lebih Besar dari Febrie Adriansyah