Suara.com - Di tengah meningkatnya konsumsi susu segar dalam negeri, peternak sapi perah lokal punya peluang besar untuk berkontribusi meningkatkan produksi dan kualitas susu segar dalam negeri. Peluang tidak hanya terbuka bagi peternak laki-laki, tapi juga bagi peternak perempuan yang selama ini hanya membantu pengelolaan peternakan sapi perah lokal.
FrieslandCampina bersama afiliasinya di Indonesia PT Frisian Flag Indonesia (FFI) mendukung kesetaraan peran perempuan dalam mengelola peternakan sapi perah melalui program Women Empowerment in Dairy ‘Kartini Peternak Indonesia’.
Program Women Empowerment in Dairy ‘Kartini Peternak Indonesia’ ini merupakan inisiatif FFI di bawah Dairy Development Program (DDP), bekerjasama dengan mitra koperasi.
Melalui program ini, FFI menggelar serangkaian pelatihan intensif untuk peternak perempuan, termasuk program-program pendampingan dan pemantauan yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas susu segar dalam negeri.
Diharapkan, melalui Program Women Empowerment in Dairy ‘Kartini Peternak Indonesia’, kualitas dan taraf hidup para peternak perempuan di Indonesia dapat meningkat.
Program yang Responsif Terhadap Gender
Apresiasi yang tinggi disampaikan Menteri Pertanian Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, S.H, M.H, yang diwakili oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI drh. Makmun, M.Sc.
Makmun menyebut bahwa potensi pasar peternakan sapi perah saat ini masih sangat besar, namun masih terbatas dari sisi ketersediaan bibit. Oleh karena itu, Makmun mengajak masyarakat untuk mengembangkan pembibitan sapi perah. Selin ini akan menjadi ruang usaha yang punya potensi besar, juga karena produk pangan yang dihasilkannya - yaitu susu- merupakan sumber protein hewani yang sangat penting untuk pertumbuhan dan kecerdasan anak.
"Saat ini, 90% peternakan sapi perah dikelola oleh peternakan rakyat. Bersama-sama, kita harus mengupayakan kesejahteraan peternak. Saya berharap apa yang dilakukan oleh FFI dapat mendorong pihak swasta lainnya untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat peternak yang lebih merata,” tambahnya.
Baca Juga: Heboh Cara Antimainstream Panggil Sapi dari Kandang, Modal Moge Kawasaki ZX-25R
Hal senada juga disampaikan oleh Asisten Deputi Pengarustamaan Gender Bidang Ekonomi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Eni Widiyanti, S.E., MPP., M.S.E. Menurutnya, Program Women Empowerment in Dairy ‘Kartini Peternak Indonesia’ ini membuka pengarustamaan dan pembangunan gender yang pada hakikatnya adalah mewujudkan gender equality.
Program Kartini Peternak Indonesia adalah program yang ‘responsif terhadap gender’, yakni memberikan akses partisipasi kontrol dan membuka kesempatan bagi peternak perempuan untuk mendapatkan kesempatan yang sama seperti peternak laki-laki.
“Peningkatkan jumlah peternak perempuan akan berkontribusi pada peningkatan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan. Pendapatan perempuan yang meningkat akan memperkecil kesenjangan kualitas hidup," kata Eni.
Eni berharap, program Kartini Peternak Indonesia dapat meningkatkan kapasitas dan kapabilitas perempuan peternak sapi perah serta mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi. Termasuk juga menghasilkan susu yang berkualitas, yang akan berkontribusi kepada peningkatan gizi bagi ibu hamil, bayi, dan menekan angka kematian ibu, kematian bayi dan prevalensi stunting.
Didukung Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia
Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia, Lambert Grijns, mengungkapkan optimismenya dan mendukung penuh inisiatif ‘Kartini Peternak Indonesia’ sebagai wujud komitmen kemitraan pemerintah dan korporasi Belanda.
Berita Terkait
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Duka di Cikarang Utara: Ayah dan Anak Tewas Usai Ledakan Tabung Gas Hanguskan Rumah
-
Sapu Bersih 40 Suara! Emil Dardak Kembali Pimpin Demokrat Jatim Secara Aklamasi
-
Tembus Rp189 Miliar! Data PPATK Bongkar Transaksi Judi Daring Warga dan ASN di Lebak
-
Maba UII Langsung Juara Campus League, Alfira Deanika Tundukkan Unggulan UNESA
-
Menyambangi Tebuireng, Tradisi Ziarah dan Suka Cita Warga NU Jelang Muktamar Ke-35
-
Momentum HAPERNAS 2026, Perumnas Serahterimakan Hunian kepada Lebih dari 530 Konsumen
-
Bila Mufakat Buntu, Sidang Pleno III Muktamar Ke-35 NU Sepakati Opsi Voting
-
Bahtsul Masail di Muktamar NU Sepakat Kripto Boleh Ditransaksikan
-
Batas Aman BPA Diperketat! BPOM Resmikan Aturan Baru Kemasan Galon Guna Ulang
-
Pabrik Styrofoam di Cileungsi Ludes Terbakar, Percikan Las Hanguskan Bangunan Hingga 7 Mobil