Suara.com - Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/ Baparekraf) kembali menggandeng e-commerce dalam Program Stimulus Bangga Buatan Indonesia (PSBBI).
Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf/ Baparekraf, Muhammad Neil El Himam menjelaskan, lewat program ini, para pelaku UMKM Kreatif akan memperoleh 500 voucher, dengan total nilai Rp50 juta.
“Voucher tersebut bisa dimanfaatkan sebagai salah satu strategi dalam mendongkrak omzet yang tengah merangkak,” terang Neil, dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan, Selasa (5/10/2021).
Menurutnya, pandemi Covid-19 yang melanda negeri ini memberi dampak masif pada berbagai lapisan masyarakat.
“Pelaku UMKM kreatif, meskipun jadi salah satu yang paling terdampak, menunjukan ketahanan di tengah pandemi dengan merambah ke pasar digital,” jelasnya.
Saat ini, transformasi digital menjadi hal yang sangat penting untuk tetap eksis di dunia usaha.
Untuk itu, Kemenparekraf/ Baparekraf di bawah komando Kemenkomarves bersama dengan kementerian dan lembaga terkait, seperti Kemendagri, KemenkumHAM, Keminves/ BKPM, Kemenkeu, BPKP, Kejaksaan, Mabes Polri dan BPPT, bekerja sama untuk dapat memberikan insentif digital bagi masyarakat melalui PSBBI.
“Kemenparekraf/ Baparekraf telah memetik kesuksesan pada kampanye Beli Kreatif Lokal dan Beli Kreatif Danau Toba, dengan berhasil meningkatkan rata-rata omzet per bulan para pelaku usaha di atas 60 persen, bahkan bisa mencapai hingga dua kali lipat,” urai Neil.
Tak hanya itu, program tersebut juga merupakan program padat karya yang menghasilkan peningkatan serapan tenaga kerja akibat dari produktivitas usaha yang meningkat.
Baca Juga: Kemenparekraf: Manfaat Literasi Digital untuk Pelaku Ekonomi Kreatif
Menurutnya, BPS menunjukkan kenaikan tajam belanja online di awal pandemi 2020, sehingga e-commerce diyakini merupakan kunci dari pintu gerbang terbukanya akses pasar UMKM Kreatif secara luas.
“Beberapa yang berpartisipasi dalam PSBBI saat ini yaitu BukaLapak, Bhinneka, Goorita, The F Things dan akan bergabung e-commerce lainnya dalam waktu dekat,” terangnya lagi.
PSBBI akan berlangsung pada Oktober hingga November 2021. Selama 2 bulan, UMKM Kreatif dalam subsektor Fesyen (termasuk kosmetik dan perawatan kulit), Kriya dan Kuliner mendapatkan kesempatan untuk menjual produk terbaiknya dengan harga yang relatif lebih murah pada laman toko online mereka.
“Para pelaku UMKM Kreatif juga dapat dengan leluasa menentukan alokasi voucher pada masing-masing e-commerce, sesuai dengan taktik dagang mereka,” ujar Neil.
Syarat menjadi penerima manfaat (merchant) PSBBI cukup mudah.
“UMKM Kreatif yang minat bergabung dapat segera mendaftar dan melengkapi dokumen yang diperlukan melalui stimulus-bbi.kemenparekraf.go.id,” imbuhnya.
Untuk menghindari adanya konflik kepentingan, maka ASN, anggota TNI dan POLRI, pegawai BUMN/BUMD yang masih aktif dilarang bergabung sebagai merchant.
Pemerintah mendorong para pelaku UMKM Kreatif untuk mendaftarkan merek dagang sebagai bentuk kepemilikan kekayaan intelektual, yang menjadi ciri utama produk ekonomi kreatif.
Bagi konsumen ada penawaran menarik, yakni potongan harga sebesar Rp100 ribu yang diberikan dengan minimal pembelian Rp200 ribu, yang dapat digunakan pada transasksi melalui e-commerce pendukung.
“Tawaran ini sangat menarik, karena konsumen memiliki kesempatan memperoleh diskon belanja hingga 50 persen. Terlebih jika digabungkan dengan promo lain yang diberikan oleh masing-masing e-commerce seperti program gratis ongkir yang sedang marak,” ungkap Neil.
Tidak ada syarat khusus bagi konsumen, masyarakat didorong untuk banyak berbelanja produk lokal agar dengan semangat gotong royong roda perekonomian negara dapat terus berputar.
“Pemerintah khususnya Kemenparekraf/Baparekraf optimistis, PSBBI akan memberikan multiplier effect yang luas sehingga dapat mendorong upaya pemulihan ekonomi nasional,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
5 Kesalahan Lamaran Kerja dari E-mail yang Bikin Rekruter Sering Jengkel
-
Sinergi dengan Dirjen Pajak dan Peruri, BNI Dukung Peluncuran e-Materai
-
Lokasi Sirkuit dan Sponsor Belum Jelas, Tapi Wagub DKI Yakin Formula E Digelar Juni 2022
-
4 Manfaat Utama Mengapa Harus Mulai Mempertimbangkan Penggunaan E-Wallet
-
Gaji Pro Player Capai Rp1 Miliar, Atta Halilintar Ungkap E-Sports Menggiurkan
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- PLTS 100 GW Diproyeksikan Serap 1,4 Juta Green Jobs, Energi Surya Jadi Mesin Ekonomi Baru
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
Pilihan
-
Wafat di Usia 74 Tahun, Ini 7 Kontroversi Alex Noerdin: Kasus Korupsi hingga Dana Bagi Hasil Migas
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Minta Restu Jokowi, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Bachtiar Gabung PSI
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
Terkini
-
Mengenal Inovasi dan Manfaat Lelang bagi Perekonomian Nasional
-
Rakhano Rilis "Sempat Tak Sempat", Lagu Galau yang Bikin Susah Move On
-
Paramount Land Gelar Pesta Rakyat 'Sinergi dalam Satu Harmoni'
-
Edukasi dan Promosi Kelestarian Hutan, FSC Forest Week di Indonesia Resmi Diluncurkan
-
Pastry Chef Audrey Tampi Gelar Demo Masak Eksklusif di Jakarta
-
Custom Desain Cincin Pernikahan Jadi Tren, Buat Cinta Makin Jadi Lebih Bermakna
-
Meriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-79 dengan Tingkatkan Nasionalisme dan Eratkan Kebersamaan antar Karyawan
-
Rayakan HUT RI, Pergikuliner Festival Ruang Rasa Hadirkan Ragam Kuliner Indonesia di Central Park
-
Rayakan Hari Kemerdekaan Bersama Lebih dari 6000 Siswa dengan Berbagi Es Krim Gratis di Seluruh Indonesia
-
Terinspirasi HUT RI di IKN, The House of Arwuda Luncurkan Parfum Independence