Suara.com - Berdasarkan data dari Korlantas Polri tahun 2020, jumlah kasus kecelakaan di Indonesia mencapai 100.028 kasus, dengan total korban meninggal dunia akibat kecelakaan mencapai 23.529 jiwa.
Parahnya, kasus kecelakaan lalu lintas kerap menimpa usia muda khususnya usia produktif yaitu 16 hingga 30 tahun, yang secara telak dapat menyebabkan kerugian ekonomi.
Di sisi lain, Head of Corporate Communications OVO Harumi Supit mengaitkan mengenai pentingnya perlindungan terhadap risiko kecelakaan serta ancaman penyakit menular terhadap diri sendiri maupun keluarga.
Dalam studi perilaku masyarakat terhadap perlindungan asuransi yang dilakukan OVO tahun 2020 lalu menyebutkan, minat beli masyarakat terhadap asuransi masih sangat rendah.
Dalam studi tersebut, setidaknya tercatat sebanyak 44 persen responden mengaku belum memahami kebutuhan asuransi. Banyak dari mereka juga beranggapan produk asuransi mahal dan tidak terjangkau.
"Kami terus berupaya untuk berkontribusi mendukung pemerintah khususnya terhadap kemajuan literasi asuransi, dengan memberikan kemudahan pembayaran digital pada akses perlindungan dengan cara yang aman dan lebih terjangkau," kata Harumi Supit, dikutip dari siaran pers, Minggu (12/12/2021).
Untuk itu OVO dan Prudential memperkenalkan program PRUTect Care Infectious Diseases yang dipatok mulai dari Rp10 ribu dan PRUTect Care Accident yang dimulai dengan harga Rp18 ribu masing-masing per enam bulan.
"Masyarakat bisa lebih tenang karena sudah terlindungi dengan ancaman tak terduga dari risiko penyakit menular dan kecelakaan,” ujarnya lagi.
Tak hanya kecelakaan lalu lintas, Harumi juga menyebut adanya ancaman penyakit menular yang masih menjadi sorotan pemerintah. Beberapa ancaman penyakit menular tersebut seperti Malaria, Demam Berdarah, Demam Tifoid dan Paratifoid hingga COVID-19.
Baca Juga: Asuransi Astra Gelar Aksi Sosial untuk Sekitar, Donasi di Posyandu dan Posbindu
“Data menunjukkan penyakit menular turut mengalami peningkatan. Salah satunya data dari Kementerian Kesehatan, pada 14 Juni 2021 total kasus DBD di Indonesia mencapai 16.320 kasus dan terus meningkat."
"Oleh sebab itu kami ingin masyarakat turut peduli akan pentingnya perlindungan penyakit menular dan kecelakaan dengan memberikan kemudahan, yang didukung oleh infrastruktur digital terintegrasi yang memungkinkan semua proses dilakukan secara digital, mulai dari pengajuan hingga proses pengajuan klaim yang cepat yaitu 7 hari kerja,” pungkas Harumi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Ingatkan Warga NU, Maruf Amin: Jangan Rebutan Tambang, Hati-hati Terjerat
-
Kick Off Pembangunan Kantor Imigrasi, Upaya Imigrasi Sumut Dekatkan Layanan Publik
-
4 Color Correcting Sunscreen SPF 50 Atasi Redness & Dark Spot saat Outdoor!
-
Mobil Keluarga 7 Seater Murah Paling Nyaman Apa Saja? Ini Opsinya, Anti Mabuk Darat!
-
Daftar Zodiak yang Dikenal Paling Red Flag dalam Percintaan, Kamu Termasuk?
-
Persib Bandung Matangkan Persiapan di Bali, Igor Tolic Jadikan Dua Laga Uji Coba sebagai Tolok Ukur
-
Gubsu Bobby Nasution Siapkan Rumah Produksi Kelapa di Nias Utara
-
IHSG Melonjak 2,78% Sepekan, Transaksi Saham Tembus 39,95 Miliar Lembar
-
Ketok Palu Perubahan KUA-PPAS Rp7,99 Triliun: Menilik Peta Jalan Lampung Sejahtera di 2026
-
Soroti Era SBY dan Jokowi, Purbaya Sebut Mesin Ekonomi Indonesia Pincang Selama 20 Tahun