Kamis, 03 Maret 2022 | 22:49 WIB
Ilustrasi bisnis kuliner. (Pixabay)

Suara.com - Beragam cara dilakukan para pemilik bisnis kuliner untuk mempertahankan bisnisnya selama pandemi Covid-19. Mulai dari mengurangi jumlah karyawan, memangkas pilihan menu, hingga mengubah model bisnis menjadi seutuhnya daring guna menghemat biaya operasional. Pun tak sedikit yang terpaksa gulung tikar akibat pandemi ini.

Dihimpun dari data Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia, tercatat lebih dari 1.000 restoran tutup permanen sejak pandemi melanda Tanah Air pada Maret 2020 hingga Juli 2021.

Founder Kebab Baba Rafi Indonesia, Nilam Sari, bercerita tantangan yang signifikan selama pandemi adalah sulitnya menjaga bisnis lebih efisien di masa pandemi. Hal itu ia ceritakan dalam talkshow ‘Bedah Dapur” Restoran Tetap Ngebul di Masa Pandemi Lewat Efisiensi Biaya Operasional’ yang diselenggarakan pada Rabu (2/3/2022) oleh Food Market Hub.

Menurut Nilam, selama pandemi banyak aktivitas yang terhenti dan berdampak pada terganggunya rantai pasokan bahan baku makanan, apalagi saat banyak bisnis kesulitan cashflow.

“Ketika supplier utama darurat cashflow, maka proses jual beli bahan baku tidak bisa berjalan seperti biasa. Hal ini menjadi tantangan bagi pebisnis F&B untuk mencari alternatif pemasok bahan baku yang efisien bagi perusahaan, dan tentu sesuai kualitas,” ucap Nilam.

Lain lagi dengan kisah Roti Ropi. Sang owner, Ahmad Reza, menceritakan kendala yang berbeda, yaitu masalah pada sistem orderan bahan baku yang acap kali tak terpantau karena sebelumnya Roti Ropi mengandalkan WhatsApp dalam mengkomunikasi orderan bahan baku ke pabrik.

Pesan WhatsApp yang menumpuk itu membuat orderan bahan baku tak terbaca. Di mana, pada suatu momen, hal itu membuat outlet terpaksa tutup karena tak bisa membuat roti.

Namun Reza kini bisa bernapas lega, setelah menggunakan layanan Food Market Hub pada Oktober 2021, sistem orderan (food market hub) jadi lebih rapi. Dan pada akhirnya, hal ini membuat biaya operasional bisnisnya jadi jauh lebih hemat hingga 20 persen.

Rona Hartriant selaku Acquisition Lead Food Market Hub, mengatakan bahwa manajemen sistem pengadaan bahan baku bisa membantu para pemilik restoran menekan biaya operasional. Dalam sejumlah kasus dari pengguna Food Market Hub, efisiensi bisa mencapai 80 persen. Ini sangat penting untuk menjaga bisnis restoran tetap beroperasi di masa pandemi.

Baca Juga: 7 Tips agar Rumah Makan Milikmu Laris Manis Dibanjiri Pelanggan

Food Market Hub sendiri merupakan perusahaan penyedia platform manajemen yang membantu bisnis makanan minuman dalam mengotomatisasi sistem pengadaan dan inventaris barang, dengan memanfaatkan Big Data dan Artificial Intelligence.

Alhasil, pengguna platform pun bisa terhubung dengan supplier bahan baku yang sesuai keinginan, serta mengintegrasikan sistem yang sudah mereka pakai (POS, inventori, sistem akunting, dll) di restoran ke dalam platform berbasis cloud.

“Teknologi Food Market Hub mampu menganalisa harga pokok penjualan makanan secara terperinci dengan menghubungkan sebuah restoran kepada banyak supplier yang sudah menjadi rekan. Hal ini nantinya akan menciptakan ekosistem yang mampu membuat bisnis para pemilik restoran jauh lebih efisien,” ujar Rona.

Rona menuturkan, dengan efisiensi yang terjadi, hal ini akan membuat restoran mampu melakukan penghematan biaya operasional. Bahkan, tak hanya bertahan, pemilik restoran pun bisa lebih berkembang dari sebelumnya.

Load More