Senin, 06 Juni 2022 | 10:18 WIB
Peluncuran Program Semesta Dairi Memanggil, Jakarta, Kamis (2/6/2022). (Dok: Istimewa)

Suara.com - Kabupaten Dairi merupakan salah satu dari 7 kabupaten yang mengelilingi Danau Toba di daratan tinggi Bukit Barisan. Kabupaten ini juga berperan sebagai penyangga ekosistem Danau Toba, karena memiliki sungai-sungai yang mengalir ke Danau Toba.

Kabupaten Dairi kaya keberagaman etnis. Di sini ada etnis Pakpak, Toba, Karo, Simalungun, Mandailing, Nias, Minang, Aceh, Jawa dan China, yang merupakan warisan budaya bangsa. Berbagai potensi wisata alam dan budaya ini merupakan aset potensial untuk pengembangan kepariwisataan.

Dalam mengembangkan potensi besar ini, maka berbagai upaya telah dan sedang dilakukan, salah satunya Program Semesta Dairi Memanggil. Ini merupakan program penguatan destinasi paiwisata dan kebudayaan, dengan cara menerapkan konsep promosi pariwisata yang kreatif dengan terobosan baru dan mewujudkan semangat G20.

Bupati Dairi, Eddy KA Berutu mengatakan, "Kami memiliki potensi wisata yang luar biasa. Ada Danau Toba, ada gunung, daerah pertanian yng subur, ada kopi Sidikalang yang enak, dan kain tenun yang indah. Jika dikelola dengan baik, semua ini akan menjadi daya tarik pariwisata yang menjanjikan."

Hal ini diungkapkannya dalam Peluncuran Program Semesta Dairi Memanggil, Jakarta, Kamis (2/6/2022).

Menurut Bupati Eddy, Program Semesta Dairi Memanggil ini dimaksudkan untuk membawa wisatawan lokal dan mancanegara, termasuk anak daerah yang sukses di perantauan untuk datang dan berkunjung ke Dairi.

“Semesta menunjukkan bahwa semua bagian di Dairi dapat dipromosikan dan dipamerkan ke masyarakat Indonesia dan dunia,” katanya.

Sementara itu, Menparekraf Sandiaga Uno, dalam sambutannya secara virtual mengungkapkan, hal yang dilakukan Bupati Dairi melalui program Semesta Dairi Memanggil merupakan konsep promosi yang kreatif.

“Semoga dengan konsep promosi yang seperti ini, Dairi semakin dikenal dunia,” kata Sandiaga.

Menurutnya, cara yang paling tepat dan disukai para wisatawan dalam negeri maupun mancanegara saat ini adalah memadukan berbagai atraksi dengan amenities.

"Dairi memiliki semuanya. Ada keindahan alam, ada budaya, ada kopi Sidikalang yang terkenal dan kain ulos yang indah,” tegas Sandiaga.

Kabupaten Dairi terkenal dengan Kopi Sidikalang, yang sudah menjadi konsumsi pencinta kopi di mancanegara melalui salah satu gerai kopi terkenal di dunia. Selain itu ada Tenun Ulos Dairi, seperti ulos Silalahi Silahisabungan. 

Adapun rangkaian Semesta Dairi Memanggil 2022 meliputi  Workshop Menulis melibatkan 100 siswa untuk belajar menulis literasi dalam bahasa daerah yang akan diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris dan dipublikasikan dalam bentuk buku, pada Juni-Juli.

Selain itu, Volunteer Program mengundang para pekerja sukarela dari berbagai negara untuk membantu dalam 2 program utama, yaitu Konservasi Ikan Purba (IHAN) di Tao Silalahi dan Smart City di Sidikalang, pada Agustus-September.

Kemudian pada Oktober, Hari Jadi Kabupaten Dairi, akan diisi Parade dan Pameran Budaya, berbagai aktivitas seperti untuk promosi kopi, misalnya The Adventure of Sidikalang Coffee.

Sementara itu, untuk promosi tenun ulos akan diadakan Fashion Show, yang mengundang rumah mode Jakarta dan Internasional dengan model dari Dairi. Selain itu Dairi - Toba International Writers Festival akan diselenggarakan pada November.

Baca Juga: Digital Tourism: Pendongkrak Pariwisata Danau Toba

Load More