Suara.com - Dosen Biokimia dari Fakultas MIPA Institut Pertanian Bogor (IPB), Syaefudin, PhD, mengungkapkan, Bisphenol-A (BPA) yang tidak sengaja dikonsumsi konsumen dari kemasan pangan akan dikeluarkan lagi dari dalam tubuh. BPA yang secara tidak sengaja masuk ke dalam tubuh akan diubah di dalam hati menjadi senyawa lain, sehingga dapat lebih mudah dikeluarkan lewat urin.
Hal ini diutarakannya menanggapi kekhawatiran masyarakat terhadap kemungkinan bahaya kesehatan mengkonsumsi air minum dalam kemasan (AMDK) galon, akibat mengandung BPA.
“Kalau BPA tidak sengaja dikonsumsi oleh kita tubuh kita, maka yang paling berperan itu adalah hati. Ada proses glukorodinase di hati, dimana ada enzim yang mengubah BPA menjadi senyawa lain yang mudah dikeluarkan tubuh lewat urin,” katanya.
Syaefudin menambahkan, BPA memiliki biological half life atau waktu paruh biologisnya. Artinya, ketika BPA itu misalnya satuannya 10, masuk dalam tubuh, maka selama 5-6 jam akan tersisa 5.
“Yang setengahnya itu dikeluarkan dari tubuh. Artinya, yang berpotensi untuk menjadi toksik dalam tubuh itu sebenarnya sudah berkurang,” tuturnya.
Menanggapi soal kemungkinan toksik BPA dalam tubuh, Dokter spesialis obstetri dan ginekologi, sekaligus Ketua Pokja Infeksi Saluran Reproduksi Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Jawa Barat, Dr. Muhammad Alamsyah Aziz, SpOG (K), KIC, M.Kes, mengatakan, hingga saat ini belum ada laporan kasus gangguan kesehatan, termasuk pada ibu hamil maupun janin yang berkaitan dengan konsumsi AMDK guna ulang atau galon berbahan Polikarbonat. Hal ini juga sejalan dengan penelitian pakar yang menyebut bahwa tingkat migrasi BPA dalam kemasan galon sangat kecil.
“Sampai saat ini, Bisphenol yang ditemukan di dalam air akibat migrasi dari kemasannya sangat rendah. Masih dalam batas ambang aman, baik itu yang sudah dikeluarkan BPOM maupun WHO,” ujarnya, Jakarta, Sabtu (13/8/2022).
Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia Prof. DR. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, SpPD-KHOM, FINASIM, FACP juga mengatakan, hingga saat ini, BPA dalam kemasan plastik polikarbonat tidak terbukti menyebabkan kanker. Dia meminta agar masyarakat tidak perlu panik dan takut untuk mengkonsumsi AMDK galon.
“Saya harap tidak perlu khawatir, karena BPA yang ada di dalam air kemasan a masih sangat lemah untuk bisa menyebabkan kanker. Masyarakat belum perlu khawatir atau tidak perlu khawatir saat ini,” katanya.
Berita Terkait
-
5 Rekomendasi IDI Terkait Kemasan Plastik pada Makanan dan Minuman
-
Mengenal BPA, dan Dampaknya Bagi Kesehatan Bila Masuk ke Dalam Tubuh
-
Alumni IPB Diharap Majukan Sektor Pertanian, Perkebunan dan Peternakan di Sumut
-
Pakar Teknologi Pangan IPB: Kandungan BPA dalam Galon Air Minum Tak Bahayakan Kesehatan
-
Kandungan BPA dalam Makanan Kaleng, Seberapa Berbahayakah bagi Kesehatan?
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien
-
Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI
-
Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard