Suara.com - Kemenkominfo melatih generasi muda Maluku-Papua tentang bagaimana cara “Melawan Hoaks di Media Sosial”, Selasa (13/9/2022).
Pelatihan yang berjalan kurang lebih 120 menit dengan diikuti 350 peserta dari Sorong & Ternate, menghidupkan suasana indonesia timur selasa pagi. Di Moderatori oleh Eddie Bingky, para peserta menjadi semakin bersemangat. Selain karena terasa akrab, juga para narasumber yang sudah ahli dibidangnya yang menyampaikan materi dengan lugas dan menyenangkan, sehingga para peserta tidak merasa bosan. Materi yang menyenangkan itu diisi oleh Alex Iskandar, MBA ( Managing Director IMfocus), Descha Muchtar (Founder Indopinups, Digital Consultant, SRE Educator), Vizza Darra (Public Figure).
Jenis penipuan atau Hoaks di media sosial beragam macamnya, jumlah korban pun bertambah setiap harinya tanpa pandang umur. Berangkat dari kasus demi kasus yang serupa, Kemenkominfo memberikan solusi dengan memberikan pelatihan kepada generasi muda Maluku-Papua tentang “Cara Lawan Hoax di Media Sosial”.
Tidak hanya hoaks, maraknya juga konten-konten yang dibuat menyalahi aturan, tidak adanya batas privasi, melanggar hak cipta dan karya intelektual, serta menimbulkan ketidaknyamanan di masyarakat. Untuk itu, dengan adanya program pelatihan ini Kemenkominfo ingin generasi muda Indonesia semakin cakap digital, sehingga konten-konten yang dihasilkan lebih taat peraturan dan sesuai dengan norma yang berlaku. Sesuai dengan materi yang diberikan oleh para narasumber dari sudut pandang Etika, Keamanan, & Budaya di media digital.
Maraknya berita miring dan palsu tersebar bebas di media digital, cukup meresahkan masyarakat dari berbagai lapisan. Anak-anak, remaja, bahkan dewasa dan orang tua. Dampaknya bukan hanya timbul asumsi miring namun juga tindakan negatif dari masyarakat yang terpapar. Di pelatihan yang diberikan Kemenkominfo, Alex Iskandar memaparkan, hoaks sendiri punya beberapa ciri-ciri.
“Seperti mendistribusikan Didistribusikan melalui email atau media sosial yang efeknya lebih besar, Berisi pesan yang membuat cemas atau panik para pembaca, Diakhiri dengan imbauan agar pembaca segera menyebarkan peringatan tersebut ke forum yang lebih luas, dan masih banyak ciri ciri lainnya. Tidak hanya itu, tapi kita sebagai korban juga bisa mengidentifikasi sendiri dengan cara melihat. Dari judulnya yang cenderung provokatif, alamat situs yang cenderung mencurigakan, dan keaslian foto,” terang Alex Iskandar.
Berita Terkait
-
Akun Resmi Instagram dan Twitter Clarence House Ditutup
-
Hacker Indonesia Siap Bantu Kominfo RI Hadapi Hacker Bjorka
-
Sebut Ustazah 'Tolol', Eko Kuntadhi Sudah Hapus Cuitan Terkait Video Ning Imaz
-
Dianggap Hina Anak Tokoh NU, Ketua Ganjarist Eko Kuntadhi Bakal Minta Maaf ke Pesantren Lirboyo
-
Survey: Semakin Banyak Generasi Muda Jepang yang Tidak Ingin Menikah
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan