Suara.com - Di hari ketiga penyelenggaraan Jakarta Film Week 2022, masih diminati oleh pengunjung. Sejumlah kegiatan berhasil diselenggarakan dengan meriah. Mulai dari pemutaran film sampai acara non pemutaran film. Di salah satu lokasi, CGV Grand Indonesia, memutarkan sejumlah film. Dua di antaranya adalah Stone Turtle dan Before, Now & Then (Nana).
Di akhir pemutaran kedua film tersebut, diadakan juga sesi tanya jawab yang dihadiri oleh para filmmaker dan pemain. Hadir Gita Fara, selaku produser film Before, Now & Then (Nana), yang mengungkapkan rasa senangnya, bisa menyajikan film tersebut di layar bioskop. Baginya film tersebut sangat spesial, karena proses pembuatannya di masa pandemi dan terasa sangat menantang.
“Memang film ini sangat spesial buat saya dan tim yang lain, karena harus produksi dalam keterbatasan pandemi. Dalam proses kreatifnya pun kita memikirkan sekali agar memungkinkan syuting di saat pandemi,” ungkapnya.
Dengan segala keterbatasan itu, film Before, Now & Then (Nana) berhasil menjalani proses syuting di 2021 lalu selama 14 hari, dengan persiapan produksi sekitar 6 bulan. Sementara itu, Asmara Abigail, sebagai salah satu aktris yang membintangi Stone Turtle menyampaikan rasa senangnya atas terselenggaranya Jakarta Film Week 2022.
“Kita butuh film festival kayak gini, di mana lagi kita bisa nonton film-film internasional yang sudah keliling ke berbagai festival di luar negeri akhirnya bisa hadir di Jakarta, dan ada film aku juga. Ada film Stone Turtle, film yang sebelumnya premier di Locarno Film Festival, Agustus lalu, sekarang tayang di Jakarta Film Week. Film aku yang lainnya, yaitu Galang dan Dini Hari juga ikut tayang di Jakarta Film Week,” tutur Asmara Abigail.
Di lokasi lainnya, yaitu di Kineforum Taman Ismail Marzuki juga dipenuhi dengan berbagai kegiatan. Termasuk pemutaran film-film pendek. Beberapa di antaranya film pendek animasi berjudul Cake Day!, Serangan Oemoem!, Nusa Antara, What About Mother Earth, Jumawut 2 dan Tankboy. Film-film ini ikut berkompetisi untuk memenangkan Global Animation Award, penghargaan yang diberikan juri untuk Film Pendek Animasi Internasional Terbaik yang berkompetisi di kategori Global Short. Award ini adalah salah satu penghargaan baru yang hadir di tahun kedua penyelenggaraan Jakarta Film Week.
Film pendek lain juga diputarkan di hari ketiga ini. Tak hanya animasi, film lainnya tak kalah mencuri perhatian para pengunjung. Salah satunya film pendek berjudul Dini Hari. Pemutaran film tersebut juga dihadiri oleh Dian Sastrowardoyo selaku sutradara dan Cut Mini, sebagai salah satu pemain. Hadir pula kumpulan film-film pilihan tentang perempuan dan atau sutradara perempuan dari berbagai belahan dunia, yang masuk ke dalam section Herstory, di antaranya Maybe Someday, Another Day But Not Today, Sometime We All Will be Happy, Bird Woman, Datang Bulan, Aral Melintang dan Surro. Selain itu, masih dari Kineforum Taman Ismail Marzuki, diselenggarakan juga acara non pemutaran film berupa Community Talks, dengan tema Darah, Air Mata, dan Kursi Bioskop Berdebu: Film Eksploitasi di Indonesia, yang diisi oleh Ekky Imanjaya dan Amer Bersaudara.
Dalam acara ini juga dilakukan peluncuran buku karya Ekky Imanjaya yang berjudul The Real Guilty Pleasures: Menimbangulang Sinema Eksploitasi Transnasional Orde Baru. Keseruan festival film bertaraf internasional ini masih akan terselenggara hingga Minggu, 16 Oktober 2022.
Di hari keempat nanti juga akan ditutup dengan malam penghargaan untuk para film yang memenangkan kompetisi. Kemeriahan acara Jakarta Film Week 2022 ini akan ditutup dengan pemutaran film penutup berjudul Arnold is A Model Student, karya Sorayos Prapapan. Film ini sebelumnya World Premiere di Locarno Film Festival 2022 (Concorso Cineasti del presente competition) dan Asian Premiere di Busan International Film Festival 2022. Dengan hadirnya kemeriahan Jakarta Film Week 2022 diharapkan menjadi wadah bagi para pelaku industri film Indonesia, terutama di Jakarta agar semakin berkembang baik secara wacana, keterampilan juga pengembangan jaringan. Seluruh program dan informasi terkait Jakarta Film Week sudah dapat diakses di laman www.jakartafilmweek.com dan Instagram @jakartafilmweek.
Baca Juga: 5 Alasan 'Inang' Harus Kamu Tonton, Film Horor yang Bikin Merinding
Berita Terkait
-
Halloween Ends Geser Smile dari Puncak Box Office Amerika Minggu Ini
-
Janjikan Kesenangan dari Misteri Baru, Film Glass Onion Tayang November 2022
-
Ciri-Ciri Pasangan Anda Berfantasi Seksual dengan Orang Lain
-
8 Film yang Dibintangi Member JKT48, Terbaru Kalian Pantas Mati
-
7 Situs Download Film Bioskop Gratis Pengganti LK21 dan Indoxxi
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli
- Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- 4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Liburan Agustus Lebih Hemat! Ada Diskon di Wisata Nako Pasir Angin Bareng BRI
-
Satgas Galapana DPR RI ke Ruteng, Kumpulkan Menteri hingga Bos BUMN untuk Tangani Korban Gempa
-
Bangunan Dapur MBG di Muara Enim Jadi Sasaran Maling, Motor dan Ponsel Raib
-
Pasar Murah HUT RI Digelar di 5 Kecamatan Palembang, Ada Diskon Belanja Rp10 Ribu
-
Kado Anniversary Sempat Bikin Mahalini Kesal, Rizky Febian Bongkar Rencana Rahasianya
-
Apakah Serum Vitamin C Boleh Dipakai Malam Hari? Ini Waktu Terbaik Agar Glowing Maksimal
-
Review Skintific 2% Salicylic Acid, Serum Ampuh Bikin Jerawat Meradang Langsung Kempes
-
73 Hotspot Terpantau di Kalsel, Kemenhut Dorong Verifikasi Dini Karhutla
-
Apresiasi Pidato Prabowo, Jubir PSI: Pertumbuhan Ekonomi Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat
-
Pengamat Kejaksaan: Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Anggota Tim 9