Suara.com - Kemenkominfo kembali memberikan pelatihan pada generasi muda Papua - Maluku tentang Etika Berjejaring: Jarimu Harimaumu, Selasa (25/10/2022). Pelatihan ini dilakukan secara virtual dan diikuti para peserta dari Ternate, Sorong, Jayapura, dan Maluku dengan nonton bareng di sekolah masing-masing di jam 10.00 - 12.00 WIT, kurang lebih 120 menit.
Diikuti lebih dari 300 peserta, pagi kemarin diisi oleh Yulia Dian Candra Kusuma (Digital Nomad, Individual Consultant), Fajar Sidik (Podcaster at 30 Degree Media Network), dan Denny Abal (Rans Nusantara FC/ Assistant Manager), serta di moderatori oleh Patria Prathama. Menjabarkan tentang sudut pandang mereka dari kecakapan, budaya, dan etika tentang Etika Berjejaring, yang mana bukan lagi mulutmu harimaumu tapi jarimu harimaumu.
Masyarakat Indonesia sudah sangat akrab dengan dunia digital, lebih dari 73% penduduk indonesia aktif menggunakan media digital di berbagai platform yang tercatat kurang lebih 204,7 juta penduduk pada februari 2022. Di sisi lain, juga tercatat 191 juta penduduk yang aktif berekspresi di media sosial pada Januari 2022 yang terus bertambah setiap harinya sampai hari ini.
Beragam karya sudah terpapar nyata di media sosial, dan bisa disaksikan oleh seluruh masyarakat indonesia bahkan dunia. Namun, ada positif tentu ada negatif. Banyak kasus negatif yang terjadi di dunia digital, dari penipuan hingga bullying yang semua itu tidak pandang umur dan status siapapun. Dunia digital sudah lekat dalam keseharian masyarakat, dari mencari informasi sampai berkarya membangun citra serta karakter pribadi dimata masyarakat sesama pengguna media digital.
Ini lumrah sebenarnya untuk saat ini, namun kita tetap punya etika dan norma yang harus ditaati serta dalam berinteraksi dengan komunitas atau lawan bicara di dunia maya atau jejaring digital. Pengguna media digital beragam umur dan profesi tentunya dan perubahan gaya hidup jadi serba digital menawarkan kemudahan dalam melakukan berbagai aktivitas. Masyarakat semakin nyaman melakukan ativitas apapun di media digital walaupun berisiko tinggi, untuk itu perlunya ada pemahaman.
Yulia Dian Candra Kusuma menjelaskan dalam paparannya, keamanan dalam berjejaring di media digita, adalah sebuah proses untuk memastikan penggunaan layanan digital, baik secara online maupun offline dapat dilakukan secara aman. “Tidak hanya menjaga data yang sifatnya umum untuk disalahgunakan, namun juga data pribadi yang sifatnya rahasia, ini salah satu etika yang harus dijaga dalam berjejaring,” jelas Yulia.
Berita Terkait
-
Kemenkominfo Ajak Generasi Muda Maluku-Papua Bijak dalam Bermain Game
-
Yoursay Class Social Media: Maksimalkan Media Sosialmu Menjadi Ajang Promosi
-
Sandiaga Dorong Generasi Muda Terus Asah Skill untuk Wujudkan Visi Indonesia Emas 2045
-
Peduli Kesehatan Mental, Vokraf Beri Ratusan Voucher Konsultasi Psikologi Gratis bagi yang Membutuhkan
-
Pernah Jadi Office Boy, Binaragawan Ini Kini ke Las Vegas untuk Ikut Ajang Evolene ke Amateur Olympia 2022
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
BPS Akui Data Desil Masyarakat Belum Siap
-
Polisi Sebut TL Slipi Aman Dilalui Pasca Demo Ricuh, Warga Tak Perlu Ragu Melintas
-
Media Singapura soal Demo 27 Agustus: Prabowo Sedang Berjuang Pulihkan Kepercayaan Publik
-
Kisah Sulaiman, Anak Petani dari Flores yang Kini Mengabdi di Sekolah Rakyat
-
Ketua MPR Jawab Isu 'Percepatan' Budi Arie: Demokrasi Bukan Soal Insting, Tapi Aturan
-
BRIN Belum Pastikan Efektivitas Tepung Singkong untuk Padamkan Karhutla
-
AI Terus Berkembang, Indonesia Perlu Perkuat Talenta Keamanan Siber
-
Pilihan Mobil Listrik Harga di Bawah Rp 200 Juta yang Dipasarkan di Indonesia
-
Ricuh Demo DPR: 322 Orang Ditangkap, 160 di Antaranya Masih Anak-anak
-
'Kami Tak Akan Hilangkan Nilai Tradisional', Komitmen Warga Sade Bangkit dari Puing Kebakaran