Suara.com - Fajar Marta menjadi salah satu sosok pemuda yang sukses di era digital. Sempat menjadi kuli angkut limba, dengan kreativitas dan ketekunannya, Fajar sukses menjadi fotografer, konten kreator dan menciptakan aplikasi Bookingaku.
Fajar Marta memulai profesinya sebagai seorang fotografer dengan cara otodidak. Dengan ketekunannya, lelaki kelahiran Bogor, 9 Oktober 1987 ini pun perlahan dikenal sebagai fotografer profesional.
Tak berhenti di situ, dengan perkembangan era digital, Fajar Marta kemudian memelajari videografi. Ia kemudian pelan-pelan makin dikenal di media sosial dan menjadi konten kreator. Di Instagram dengan akun @vfskimedia, Fajar memiliki lebih dari 49 ribu followers.
Hasil karya Fajar Marta banyak dipuji. Sebagai bukti, ia telah meraih penghargaan Sebut saja Best Content Photo, Best Content Video dari ajang penghargaan Digital Media Inspiratif 2022.
Fajar juga pernah memenangi sejumlah penghargaan di berbagai negara, seperti di ajang International Open Media Digital Creator di Arab, Italia, dan Prancis.d
Selain sukses di bidang fotografi, Fajar Marta juga memiliki beberapa usaha di bidang digital yang ia bangun sendiri dan masih berkembang hingga sekarang.
Yang terbaru, Fajar Matra baru saja merilis aplikasi ciptaannya sendiri, bookingaku.com. Aplikasi yang sudah tersedia di android dan iOS ini adalah plikasi penyedia jasa yang berupaya menjadi wadah bagi siapapun yang memiliki keahlian untuk menjual keahliannya.
Tak hanya para pencari kerja , tapi juga para pencari jasa yang selama ini tidak memiliki tempat untuk mencari dimana jasa yang mereka butuhkan ,sekarang tak perlu lagi khawatir dengan adanya aplikasi ini.
Akun instagram @bookingaku sontak menjadi serbuan banyak orang yang ingin mencari informasi lebih banyak terkait aplikasi ini. Banyak dari mereka yang berharap bisa mendapatkan penghasilan tambahan dari aplikasi ini.
Baca Juga: Personal Branding lewat Kreativitas dan Produktif di Media Digital
Berita Terkait
-
Habiburokhman Sentil Konten Eben Martono: Rekam SPG GIIAS Tanpa Izin Bisa Dipidana
-
Menkomdigi Tegaskan Konten Ebem Martono di Ajang GIIAS Langgar UU PDP, Bisa Dipidana
-
Gara-Gara Diomelin Ibu di Dapur, The Sabron Family Sukses Beli Rumah di Usia Belasan!
-
Berawal dari Hobi Main Game, Konten Kreator Sahrul Agusti Kini Jadi Pengusaha Digital
-
Gokil! Kreator Konten Waldi Sempurna Konsisten Berbagi Puluhan Nasi Kotak Setiap Gajian
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile
-
Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta
-
Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan
-
Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana