Suara.com - Tingginya harga komoditas dunia dan menguatnya permintaan ekspor dari negara mitra mempengaruhi kinerja ekspor di Indonesia. Untuk mendukung kinerja ekspor tetap positif, pemerintah melalui Bea Cukai melaksanakan asistensi kepada pengusaha eskpor dan impor terkait ketentuan di bidang kepabeanan dan cukai. Kegiatan ini dilaksanakan di Lamongan, Pamekasan, dan Tanah Bumbu.
Sebagai upaya nyata mendorong pemulihan ekonomi nasional, Bea Cukai Gresik memberikan asistensi kepada pelaku usaha di bidang ecoprint, yaitu Soe Art Jaya yang berlokasi di Kabupaten Lamongan, pada Kamis (10/11). Sebelumnya, pada tahun 2021, PT Soe Art telah berhasil mengirim sampel produk ke Hongkong. Asistensi ini sebagai bentuk pendampingan kepada PT Soe Art untuk melaksanakan ekspor produknya.
Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Hatta Wardhana, mengungkapkan bahwa melalui program layanan Kemudahan Layanan Informasi dan Izin Kebeacukaian Ekspor (Klinik Ekspor), Bea Cukai Gresik berhasil mengantarkan 21 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk melaksanakan ekspor. “Program Klinik Ekspor meliputi pemberian asistensi nomor induk berusaha (NIB), perizinan fasilitas kepabeanan, pendampingan pembuatan modul ekspor hingga memberikan akses pasar ke luar negeri,” imbuhnya.
Di Pamekasan, Bea Cukai Madura memberikan layanan Klinik Ekspor terhadap pengusaha pabrik rokok di wilayah pengawasannya, pada (25/10). Layanan ini sebagai pembekalan terhadap pabrik rokok di wilayah Kabupaten Pamekasan yang akan melaksanakan ekspor. Asistensi ini untuk memberikan pendampingan kepada pengusaha terkait mutasi rokok yang akan diekspor, seperti penyiapan dokumen ekspor.
Hatta menyampaikan bahwa berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 59/PMK.04/2017, rokok yang akan diekspor mendapatkan fasilitas berupa tidak dipungut cukai. “Pada prinsipnya, setiap rokok yang dikeluarkan dari pabrik harus dilunasi cukainya yaitu dengan pelekatan pita cukai. Namun, khusus untuk rokok yang akan diekspor tidak dipungut cukai dan harus dilengkapo dokumen mutasi atau pengangkutan barang kena cukai yaitu dokumen CK-5,” ujarnya.
Selanjutnya, di Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Bea Cukai Kotabaru melaksanakan asistensi ke salah satu UMKM di bawah wilayah pengawasannya, yaitu T-CHIC Geliat Tenun Pagatan, pada Senin (21/11). Abdul Aziz, pemilik usaha T-CHIC Geliat Tenun Pagatan mengaku bahwa produk tenun miliknya berhasil mendapat konsumen dari pembeli perorangan maupun instansi pemerintah dan swasta. Abdul berharap melalui asistensi yang dilakukan oleh Bea Cukai Kotabaru dapat memajukan bisnisnya melalui ekspor. “Saya berharap agar ke depannya, pemerintah pusat maupun daerah dapat memberi perhatian dan pemberdayaan UMKM kain tenun pagatan, sehingga usaha ini akan tetap lestari,” ujar Abdul.
Berita Terkait
-
Bea Cukai Paparkan Hasil Operasi Patroli Laut Terpadu dan Terkoordinasi 2022
-
Nama-nama Tim Independen Yang Mengevaluasi Kinerja Sekprov Sulsel Abdul Hayat Gani
-
Cara Daftar IMEI HP lewat Bea Cukai, Operator Seluler, dan Kemenperin
-
10 Ide Bisnis Ekspor Impor yang Menjanjikan yang Bisa Dicoba
-
Survei LSI Denny JA Klaim Mayoritas Masyarakat Puas Atas Kinerja Presiden Jokowi
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123