Suara.com - Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) berkolaborasi dengan Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi mengadakan webinar berisikan pelatihan Literasi Digital sektor pendidikan, untuk meningkatkan literasi di jenjang anak-anak dan remaja timur Indonesia khususnya Maluku-Papua terhadap media digital yang dikenal dekat dengan keseharian masyarakat.
Pelatihan tersebut mengusung tema: Rekam Jejak Digital di Ranah Pendidikan yang dilaksanakan pada Kamis, 9 Maret 2023 secara daring dengan nonton bareng di aula sekolah peserta masing-masing. Webinar tersebut diikuti oleh kurang lebih 500 Peserta yang terdiri dari siswa dan guru dari SMPN 85 Maluku Tengah, SMPN 37 Maluku Tengah, dan SMPN 3 Maluku Tengah.
Status literasi digital di Indonesia pada tahun 2022 mengalami kenaikan menjadi 3,54 yang termasuk dalam kategori "sedang", yang menunjukkan masih banyak ruang untuk peningkatan. Dalam merespon kondisi tersebut, Kemenkominfo melalui Direktorat Pemberdayaan Informatika, Ditjen Aptika menyelenggarakan Program Literasi Digital Nasional dengan materi yang didasarkan pada empat pilar utama literasi digital, yaitu kecakapan digital, etika digital, budaya digital, dan keamanan digital.
Dalam Workshop Literasi Digital kali ini, Nur Rahma Yenita selaku pegiat literasi, memberikan materi pertama mengenai Budaya digital. “Tantangan dalam budaya digital, ada banyak sekali. Diantaranya: wawasan kebangsaan yang mulai kabur, kesopanan dan kesantunan yang mulai menipis, budaya indonesia yang mulai menghilang seketika media digital menjadi panggung budaya asing,” ujar Rahma.
Pada kesempatan yang sama, dilanjutkan dengan paparan mengenai keamanan Digital dari Tatty Aprilyana selaku penggiat literasi. “Peduli keamanan sama dengan perduli pada rekam jejak digital. Karena, apabila adanya rekam jejak digital yang kurang baik tentu menjadi penilaian yang perlu diperhitungkan. Sebelum adanya rekam jejak digital yang kurang baik, tentu baiknya kita citra diri yang positif, dengan memperhatikan mobile yang digunakan serta materi yang akan kita bagikan,” tutur Tatty.
Berita Terkait
-
5 Alasan Orang Melakukan Flexing di Sosial Media Menurut Psikologi
-
Optimalkan Penjualan UMKM via Media Sosial, Begini Tipsnya
-
Arti Kata Cuaks yang Lagi Viral, Jokowi pun Ikut Unggah di Sosmed
-
Bisa Datangkan Banyak Follower, Ini Peran AI dalam Media Sosial
-
Heboh, NCT DREAM Salim ke Pak Muh, Fadil Jaidi Malah Begini
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Rampung Disusun Pemerintah, Ini Batasan Kewarganegaraan Ganda Terbatas yang Segera Dibahas DPR
-
Nepal Terancam Banjir Bandang Susulan, Bendungan Danau Tibet Berisiko Jebol
-
Pertumbuhan Ekonomi dan Ilusi Keberhasilan Pembangunan
-
Ahmad Muzani Ungkap Keinginan Presiden Prabowo: PPHN Sebaiknya Diatur Lewat TAP MPR
-
Dalih BPS Masukkan Tukang Becak ke Desil 9
-
Pasca Banjir Bandang Tewaskan 390 Orang, Danau Raksasa Mendadak Muncul di Nepal
-
6 Sistem Pernapasan Manusia Organ dan Cara Kerjanya
-
Kabut Asap Karhutla Kepung Palangka Raya
-
Pemain Timnas Indonesia Pernah Dipantau Como 1907, Tak Ada yang Lolos Standar Cesc Fabregas
-
Jalan Pintas Penuhi Target PLTS 30 GW, Andalkan Kawasan Industri