Suara.com - Generasi muda dan milenial memiliki tanggung jawab besar, yang diharapkan mampu memberi dampak baik di tengah masyarakat. Selain itu, kemampuannya dalam menginspirasi generasi muda lainnya tentu membanggakan.
Salah satunya adalah Hanna Arinawati, influencer dan content creator yang memiliki banyak prestasi. Hanna merupakan content creator yang fokus pada bidang kuliner, beauty, fashion hingga mental health & self development public speaker.
Banyaknya fokus yang dibidanginya menjadi bukti bahwa Hanna merupakan influencer yang multitalenta. Berprestasi di bidang pendidikan menjadi awal yang kuat untuk menjalani kehidupan dengan lebih baik.
Demikian juga dengan Hanna. Ia lulus dari Universitas Indonesia, pendidikan S1 Ilmu Hukum di Fakultas Hukum Indonesia atau FHUI. Hanna menjadi lulusan terbaik dengan predikat cumlaude dan dipercaya untuk memberi speech pada acara wisuda tingkat UI tahun 2022.
Kesempatan itu dimanfaatkan untuk menginspirasi banyak mahasiswa lain. Menurutnya, meski ada kegagalan dalam hidup namun hal itu tidak menjadi penentu hidup di masa depan.
Hanna menekankan penting untuk terus semangat dan percaya diri dalam melakukan hal-hal positif ke depan. Ia percaya bahwa setiap orang dianugerahi kelebihan dan memiliki kekurangannya masing-masing.
Prestasi Lainnya Selain di Bidang Pendidikan
Prestasi lain yang diraih adalah mendapat penghargaan Mahasiswa Berprestasi Bidang Non Akademik Fakultas Hukum UI Tahun 2020 dan 2022, serta menjadi finalis Mahasiswa Berprestasi Bidang Akademik Fakultas Hukum UI tahun 2021.
Segudang prestasi yang ditorehkannya mengantarkan Hanna untuk menempuh pendidikan S2 di Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Hingga saat ini, banyak prestasi lain yang didapatkannya, seperti Acnes Girl Search 2021, Brand Ambassador Acnes Skin Care (Rohto-Mentholatum Group), Brand Ambassador Xrista Skin Clinic
Junior Consultant The Asia Foundation dengan Project Penataan Kehakiman Komisi Yudisial, Streamer di IDN Media, pembicara di berbagai webinar tingkat nasional, dan dipercaya sebagai public speaker di Universitas Indonesia, Universitas Airlangga, Universitas Atma Jaya dan organisasi mahasiswa Indonesia.
Baca Juga: Ajak Milenial Tangerang Bertani, PMN Gelar Pelatihan Budidaya Tanaman Melon di Perkotaan
Topik yang seringkali dibawakan ialah seputar pengembangan diri, how to balance your academic and social life. Hanna juga menjadi public speaker mengenai peran kesehatan mental dalam mendukung prestasi belajar serta menginspirasi banyak mahasiswa lainnya bagaimana menjadi seorang public speaker yang baik.
Karier Hanna berkembang dengan sangat baik. Ia kini seorang content creator dan public speaker. Ia memiliki motto “be kind, work hard and stay positive”.
Menurut Hanna, dengan berbuat baik maka hidup akan seperti aksi reaksi. Apa yang ditanam itu yang akan dituai. Work hard berarti bekerja keras sebaik mungkin agar bisa mencapai tujuan hidup.
Sementara stay positive yang diusungnya berarti pikiran positif yang dimiliki seseorang akan menjadikan hidup lebih bahagia dan tidak ragu untuk mencoba berbagai hal.
Ia berharap ke depan, bisa fokus pada dunia entertainment di bidang content creator, self development & mental health, public speaker dan perfilman. Hanna juga berharap bisa memberi pengaruh positif untuk masyarakat Indonesia.
“Everyone is special in their own way. Be kind, work hard and stay positive” ungkap Hanna, saat menjadi pembicara di webinar Universitas Airlangga.
Sosok Hanna Arinawati yang menginspirasi ini bisa Anda temukan di berbagai media sosial yang dimilikinya. Akun instagram @hannaarinaw. Kunjungi akun facebook dan LinkedIn di Hanna Arinawati.
Berita Terkait
-
Hobi Jadi Sumber Rejeki, Mulai dari Juru Rias sampai Kini Influencer Terkenal
-
Mendambakan Pemimpin Idaman Generasi Muda yang Inklusif dan Memahami Zaman
-
Fenomena Stigma pada Generasi Strawberry, Memangnya Mereka Salah Apa?
-
Generasi Muda dan Pemilu 2024: Pentingnya Partisipasi Aktif
-
Tekuni Profesi Arsitek Tapi Sukses Jadi Influencer, Bisa Kok Begini Tipsnya
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik