Suara.com - Internet menjadi hal yang tak terpisahkan dari masyarakat Indonesia. Menurut Survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia atau APJII, penetrasi internet Indonesia mencapai 78,19 persen pada 2023, atau menembus 215.626.156 jiwa.
Untuk itu, penting bagi masyarakat untuk memiliki literasi digital, termasuk tak mudah terpedaya hoax serta mengumbar data pribadi di internet.
Menurut Dosen Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif (IFTK) Ledalero, Yohannes De Brito Nanto, saat ini data pengguna internet telah berubah menjadi tambang baru yang bernilai tinggi.
Kata Yohannes, penyalahgunaan data pribadi dapat berakibat fatal, termasuk menyebabkan kerugian ekonomi hingga menjadi ancaman bagi ideologi negara.
"Dengan menjaga keamanan data pribadi, berarti turut mencegah aksi kriminalitas," kata Yohanne saat mengisi materi Pekan Literasi Digital, dikutip dari siaran pers, Rabu (31/5/2023).
Pendapat senada dikemukakan oleh Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Nusa Nipa, Rini Kartini. Menurut Rini, masyarakat perlu memahami perbedaan data pribadi yang bersifat umum dan khusus.
"Pelindungan data pribadi pertama berasal dari individu subjek data. Maka dari itu, setiap orang harus sadar serta paham data pribadi mana saja yang boleh mereka bagi dan yang perlu mereka tutupi," ujar Rini, yang hadir dalam workshop serupa.
Workshop sendiri digelar oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Indonesia (Kemenkominfo) bersama dengan Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi.
Tercatat sebanyak kurang lebih seribu peserta dari berbagai kalangan di Sikka, Nusa Tenggara Timur menghadiri workshop sehari "Pemahaman Terhadap Data Pribadi di Dalam Ruang Digital" yang diselenggarakan tatap muka pada 24 Mei 2023 lalu.
Dalam sambutannya, Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, mengatakan internet telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat di daerahnya.
Sayang, ada sejumlah persoalan dalam penggunaan internet di masyarakat yang perlu mendapat perhatian khusus, seperti penyebaran hoax dan keamanan data pribadi.
"Workshop seperti ini penting untuk meningkatkan wawasan, sehingga masyarakat di Kabupaten Sikka bisa memanfaatkan internet secara optimal sekaligus terhindar dari hoax dan peretasan," kata Fransiskus.
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Mengenal Inovasi dan Manfaat Lelang bagi Perekonomian Nasional
-
Rakhano Rilis "Sempat Tak Sempat", Lagu Galau yang Bikin Susah Move On
-
Paramount Land Gelar Pesta Rakyat 'Sinergi dalam Satu Harmoni'
-
Edukasi dan Promosi Kelestarian Hutan, FSC Forest Week di Indonesia Resmi Diluncurkan
-
Pastry Chef Audrey Tampi Gelar Demo Masak Eksklusif di Jakarta
-
Custom Desain Cincin Pernikahan Jadi Tren, Buat Cinta Makin Jadi Lebih Bermakna
-
Meriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-79 dengan Tingkatkan Nasionalisme dan Eratkan Kebersamaan antar Karyawan
-
Rayakan HUT RI, Pergikuliner Festival Ruang Rasa Hadirkan Ragam Kuliner Indonesia di Central Park
-
Rayakan Hari Kemerdekaan Bersama Lebih dari 6000 Siswa dengan Berbagi Es Krim Gratis di Seluruh Indonesia
-
Terinspirasi HUT RI di IKN, The House of Arwuda Luncurkan Parfum Independence