Suara.com - Banyak yang mengira brand lokal Indonesia tidak bisa eksis seperti produk buatan luar negeri. Namun jangan salah, brand lokal yang mengedepankan kualitas mampu bersaing dan bisa eksis hingga mancanegara.
Salah satunya, produk bumbu masak instan dengan brand Enak Eco. Bumbu masak instan yang mengenalkan masakan Nusantara tersebut sudah diekspor ke beberapa negara, seperti Arab, USA, Jepang dan Australia.
Brand Enak Eco adalah keluaran PT Enak Jaya Makmur, di Malang, Jawa Timur. Perusahaan ini dipimpin Feraldo Orazio Teranggono.
Dulu, PT Enak Jaya Makmur dulunya adalah industri kecil yang proses produksinya masih semi tradisional. Hal tersebut membuat usaha sulit bersaing, apalagi jika ingin meluaskan pasarnya lebih luas.
Ingin memajukan perusahaannya, Feraldo membawa gebrakan baru dengan menjalankan revolusi industri 4.0 kala itu dan menambahkan divisi RND. Dengan hadirnya divisi baru ini, Feraldo percaya PT Enak Jaya Makmur bisa memproduksi rempah-rempah menjadi bervariasi bumbu. Mulanya produk Brand Enak Eco adalah bumbu kacang.
Namun berkat adanya penambahan divisi RND ini banyak riset baru, sehingga brand Enak Eco semakin bervariasi dan siap memenuhi kebutuhan pasar.
"Saat ini, produk Enak Eco tidak hanya sebatas bumbu kacang saja, tapi bertambah varian bumbu masak instan khas Nusantara. Saya ingin membuat ibu-ibu dan siapa saja bisa masak tanpa perlu ribet," ujar Feraldo.
Selain menawarkan kepraktisan, Feraldo juga mengatakan bahwa kesehatan konsumennya juga diperhatikan. Oleh sebab itu, produk bumbu masak instan Enak Eco, dalam proses produksinya dilakukan secara ketat demi menjaga kualitasnya.
Penggunaan bahan tambahan, seperti untuk menjaga umur simpan produk pun disesuaikan dengan regulasi yang berlaku.
Baca Juga: Resep Bumbu Rawon Daging Sapi Paling Mudah, Sat Set Langsung Jadi!
Fokus Membangun Brand Awareness
Selama memimpin Enak Jaya Makmur, Feraldo dikenal dengan banyak revolusi. Saat ini, Ferlado ingin membangun brand awareness dengan menambahkan divisi promosi.
Sebagai pimpinan, Feraldo menyadari bahwa produk yang berkualitas tidak akan dikenal oleh masyarakat tanpa peran tim marketing. Bisnis membutuhkan strategi dari banyak sisi, tidak hanya dari produknya, tapi juga membawa kesuksesan brand Enak Eco.
Saat ini, kinerja tim divisi promosi telah membuahkan hasil, terbukti produk asal Malang ini kini sudah tersebar di beberapa wilayah Indonesia, seperti Bali, Sulawesi, Kalimantan, Sorong, Papua dan hampir seluruh wilayah Jawa.
Brand Enak Eco bisa sukses, karena Feraldo menerapkan gaya komunikasi 2 arah.
Dengan menerapkan komunikasi 2 arah, maka setiap permasalahan bisa didiskusikan secara baik.
Feraldo juga membuat wadah khusus untuk diskusi bernama SGA (Small Group Activity) dan TM (Technical Meeting). Lewat terobosannya itu, segala solusi bisa terpecahkan secara tepat dan kemajuan perusahaan bisa tercapai.
Untuk membangun komunikasi yang baik, Feraldo juga kerap mengadakan gathering. Seperti yang baru-baru ini diposting pada akun Instagramnya @feraldo, terdapat kegiatan silaturahmi halal bihalal. Bagi Ferlado, silaturahmi adalah jembatan kasih sayang, dan kebersamaan adalah hal yang mahal.
Berita Terkait
-
10 Manfaat Kencur untuk Kesehatan, Bukan Cuma Bumbu Pamungkas Seblak
-
Ulasan Buku Sehat dengan Rempah dan Bumbu Dapur, Pentingnya Menjaga Kesehatan
-
4 Tanaman yang Bisa Mengusir Tikus di Rumah, Ada Bumbu Dapur Serai Lho!
-
6 Bumbu Dapur yang Kaya Antioksidan Tinggi, Jadi Bumbu Wajib di Masakan!
-
Resep Bumbu Rendang Daging, Nikmat dan Empuk!
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi