Suara.com - Sebagai seorang profesional yang berperan ganda sebagai Managing Director Diesel One Solidarity dan pendiri sekaligus Executive Director ReThinkbyAWR, Ayuningtyas Widari Ramdhaniar punya berbagai cara untuk memaknai kemeredekaan terutama bagi perempuan.
Arti kemerdekaan bagi Tyas, sapaan akrabnya sebagai seorang Perempuan adalah merdeka jika perempuan dapat menjadi aktor strategis di dalam pembangunan serta dapat mengubah kehidupan masyarakat menjadi lebih baik dan sejahtera.
Selain itu, kemerdekaan untuk perempuan jika sebagai seorang ibu merdeka bisa merawat anak dari kandungan dengan bebas tanpa tekanan, memilih bagaimana anak akan dilahirkan dan dibesarkan.
“Sebagai seorang pekerja dapat merdeka berkreasi mengutarakan pendapat, bekerja dengan gaya kepemimpinan sendiri dengan melebihi target yang sudah ditentukan. Perempuan adalah aset, potensi, dan investasi penting bagi Indonesia yang dapat berkontribusi secara signifikan sesuai kapabilitas dan kemampuannya,” ucap Tyas
Tyas berbagi pengalaman yang mewarnai jiwa dan pandangannya tentang memaknai kemerdekaan. Di balik tampilannya yang memukau, Tyas memiliki misi yang kuat sebagai seorang "Public Fasilitator" Lebih dari sekadar gelar, ia melihat dirinya sebagai pihak yang memfasilitasi kepentingan masyarakat luas, dengan komitmen untuk membantu mereka yang terpinggirkan.
Ia juga memiliki fokus yang jelas diantaranya memperjuangkan kepentingan kaum marginal dengan semangat untuk memperjuangkan kesejahteraan kaum terpinggirkan, terutama dalam hal kesehatan. Lebih spesifik lagi, Tyas menggambarkan perjuangannya melawan diskriminasi kesehatan yang dialami oleh kelompok rentan, seperti wanita dan anak-anak.
Isu lain yang menjadi perhatiannya adalah perundungan, terutama dalam konteks kesehatan mental dan emosional di kalangan masyarakat marginal. Ini menjadi sangat pribadi bagi Tyas karena ia sendiri pernah menjadi korban perceraian orang tua hingga bullying saat masih di sekolah.
Pergulatan Tyas dengan masa lalunya membawa perubahan besar dalam dirinya. Ia merasa beban emosional yang lama terbawa perlahan-lahan terangkat dari pundaknya. Proses ini memampukannya untuk lebih percaya diri dan dengan mantap melangkah maju dalam hidup.
Kesadaran atas rasa sakit yang ia alami mendorongnya untuk mendekati dan mendengarkan pengalaman orang lain. Ia tidak ragu untuk berbagi ceritanya sendiri, dengan harapan bahwa pengalamannya dapat menjadi sumber inspirasi bagi orang lain yang merasa terisolasi.
Baca Juga: Profil Pembawa Baki Paskibraka 2023: Lily Indiani Suparman Wenda Asal Papua
“Jangan pernah meremehkan kata-kata atau tindakan buruk dari orang lain. Daripada hanya merenungkan penderitaan, lebih baik untuk berbicara dan mencari dukungan dari orang yang dapat dipercaya. Diam hanya akan memperkuat penindasan, sementara mengangkat suara dapat menginspirasi perubahan dan mencegah rasa sakit yang lebih besar di masa depan,” terang Tyas.
Melalui pengalamannya, Tyas mendorong perubahan masyarakat yang lebih luas. Ia bermimpi tentang masa depan di mana stigma dan diskriminasi dihilangkan, dan setiap individu memiliki akses yang sama terhadap pendidikan, makanan, layanan kesehatan, dan peluang ekonomi.
Berita Terkait
-
Profil Zainal A Paliwang, Gubernur Kalimantan Utara dan Riwayat Kariernya
-
Profil Solivina Nadzila, Selebgram Seksi Diperiksa Polisi Gegara Promosi Judi Online Hanya Berpakaian Dalam
-
Biodata Kim Do Hoon, Pemeran Lee Gang Hoon di Drama Korea Moving
-
Penuh Nilai Luhur, Ini Lagu Profil Pelajar Pancasila yang Rilis saat HUT ke-78 RI
-
Jejak UKM Paduan Suara UAJY yang Inspiratif dan Berprestasi Tinggi
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Harga Sepeda Lipat Entry Level Terbaik Berapa? Ini 5 Rekomendasinya di Tahun 2026
- 3 HP Infinix Murah dengan Fast Charging 33W, Mulai Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Rumor Jadi Kutu Loncat ke PSI, Ini Respon Menohok Dedi Mulyadi
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
Terkini
-
Anak Skena di Cherrypop 2026 Diajak Melek Sampah Plastik Bareng POPSEA
-
Dari Gadis 19 Tahun: Perjalanan 3 Dekade Wanda Ponika Bangun Imperium Berlian
-
Dalam 4 Jam PM2.5 Palembang Melonjak 3 Kali Lipat, Begini Kondisi Terbarunya
-
Revaldo Ditangkap di Apartemen, Polisi Temukan Sabu dan Alat Isap
-
Diisukan Membelot dari Gerindra ke PSI, Dedi Mulyadi Kaget dan Heran
-
Modus Timbang Berat Badan, Pedagang Cimin di Cirebon Diduga Cabuli 7 Anak
-
Pakai Teknologi Kelme K-Loomax, Ini Tampilan Jersey Home, Away dan Third Persib
-
Bukan Perkuat Timnas Indonesia, Adik Mitchell Baker Pilih Hong Kong
-
PAN Bantah Budi Arie Soal Percepatan 2029: Indonesia Tak Sedang Menuju Situasi 98
-
Kemeriahan Ngeropok, Saat Berkah Panjang Mulud Melimpah di Lopang Serang