Selasa, 10 Oktober 2023 | 08:06 WIB
Ilustrasi Perangkat Elektronik (Dok. Jabra Indonesia)

Suara.com - Studi menunjukkan bahwa sekitar 39 persen responden Indonesia menghabiskan satu hingga dua jam berbicara secara online atau melakukan konferensi video setiap minggunya. 

Hal ini tentu membuat masyarakat modern harus cepat untuk beradaptasi mengakomodasi kebutuhan bekerja dari jarak jauh dan komunikasi digital. Pada akhirnya pembuangan perangkat elektronik yang tidak terpakai akan meningkat.

Terkait hal ini, pembuangan perangkat elektronik di Jakarta bahkan diproyeksikan akan meningkat sebesar 20% pada tahun 2045 menjadi 90,23 ton/hari. Di tengah kondisi yang mengkhawatirkan tersebut, Jabra Sustainability Rhythm diinisiasi.

Program yang digagas Jabra Indonesia ini akan membantu perusahaan mendonasikan perangkat yang tidak digunakan namun masih berfungsi dengan baik sekaligus memperpanjang masa pakai produk, memberdayakan komunitas lokal di bidang pendidikan, kesehatan dan non-pemerintahan.

"Inisiatif ini menjangkau permintaan yang semakin meningkat seraya mengatasi kebutuhan lingkungan dan sosial," kata Margaret Ang, Managing Director, Jabra, ASEAN dalam siaran pers yang Suara.com terima.

Perusahaan yang berpartisipasi akan membantu organisasi kecil yang membutuhkan untuk memiliki teknologi Jabra sehingga dapat meningkatkan efisiensi komunikasi.

Program ini selaras dengan standar keberlanjutan global dan akan berkontribusi secara langsung pada pemberdayaan komunitas. Perusahaan juga akan mendapatkan manfaat dari pengurangan logistik dan biaya yang terkait dengan pembuangan perangkat elektronik yang tidak terpakai.  

Dari sisi lingkungan, program ini akan mewujudkan lebih sedikit perangkat yang berakhir di tempat pembuangan sampah, karena penggunaan ulang perangkat memastikan bahwa energi dan bahan produk akan mencapai pemakaian yang maksimal. 

Perusahaan-perusahaan juga dapat secara signifikan mengurangi emisi karbon mereka yang terkait dengan produksi dan pembuangan perangkat elektronik. Inisiatif ini juga mendorong sistem di mana produk akan digunakan dan diberdayakan kembali, mengurangi kebutuhan akan bahan baku baru dan konsumsi energi.

Baca Juga: Festival LIKE 2023, Aksi Kolaboratif Pemerintah dan Pelaku Industri Dukung Keberlanjutan Lingkungan

"Tujuan program ini sederhana, daur ulang, pemanfaatan kembali dan pemulihan untuk masyarakat Indonesia dan planet ini. Berkolaborasi dengan Jangjo, sebuah organisasi pengelolaan limbah ternama, program ini menjembatani antara Jabra dan inisiatif kemanusiaan," jelas dia.

Joe Hansen, CEO Jangjo, memberikan apresiasi atas proyek ini sebagai langkah penting menuju visi "zero waste to landfill." Menurutnya inu hal yang menggembirakan melihat beberapa diantaranya memilih untuk mendonasikan hardware yang masih berguna untuk memberdayakan komunitas, dan meningkatkan dampak sosial mereka. 

Program Jabra Sustainability Rhythm akan menyediakan donation bin di beberapa kantor pelanggan Jabra yang berpartisipasi sehingga karyawan dapat mendonasikan perangkat Jabra yang masih layak digunakan, termasuk headset dan kamera video. 

Indonesia hanya salah satu dari beberapa negara di Asia Tenggara yang meluncurkan program ini, dengan pasar lain akan mengikuti. 

Load More