Suara.com - Mendukung upaya pemerintah untuk memperkuat kolaborasi antara Indonesia dan Vietnam, merek peralatan rumah tangga, Modena mengumumkan langkah strategisnya, yaitu merambah pasar bisnisnya di Vietnam.
Langkah ini dilakukan sebagai respon terhadap visi bersama kedua negara untuk menjadi negara berpendapatan tinggi pada tahun 2045.
Pasar Vietnam yang tengah berkembang pesat, didukung oleh ekonomi yang stabil dan pertumbuhan kelas menengah yang signifikan, membuatnya menjadi target yang sangat menarik bagi Modena.
Peningkatan daya beli masyarakat Vietnam, khususnya dalam permintaan akan peralatan elektronik berkualitas tinggi, menciptakan peluang yang strategis bagi merek peralatan rumah tangga tersebut untuk memperkenalkan produk-produk premiumnya di pasar ini.
"Ini adalah saat yang tepat untuk membawa inovasi dan kualitas produk-produk terbaik kami ke Vietnam. Kami percaya bahwa ekspansi ini tidak hanya akan memperkuat posisi kami sebagai merek premium di pasar global, tetapi juga akan berkontribusi positif pada pertumbuhan ekonomi di Vietnam,” kata Sung Yong Hong, Group COO of Modena, dalam keterangan tertulisnya.
Dalam kunjungan ke Vietnam, Presiden Joko Widodo melalui dialog bisnis pada 13 Januari 2024 yang diikuti oleh Modena bersama beberapa pengusaha dan investor Indonesia, menyoroti pentingnya kolaborasi sektor bisnis untuk mewujudkan visi bersama kedua negara.
Presiden Jokowi menyebutkan bahwa kolaborasi di sektor bisnis antara kedua negara Indonesia dan Vietnam adalah salah satu strategi yang harus ditingkatkan.
Dengan langkah ini, Modena tidak hanya menjadi pelaku bisnis global yang memperkaya pilihan konsumen di Vietnam, tetapi juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi dan hubungan erat antara Indonesia dan Vietnam.
Merek peralatan rumah tangga tersebut yakin ekspansi ini akan membuka babak baru dalam sejarah kerjasama bisnis antara kedua negara, memperkuat hubungan bilateral yang berkelanjutan.
“Ekspansi ini bukan hanya tentang bisnis, tetapi juga tentang membangun hubungan saling menguntungkan dan berkelanjutan antara dua negara sahabat. Kami optimis bahwa langkah ini akan menjadi fondasi yang kokoh untuk membentuk kemitraan jangka panjang bagi merek kami di Vietnam dalam menciptakan sinergi positif di dunia bisnis,” tutup Hong
Baca Juga: 5 Tips Bisnis di Era Digital Agar Tangguh dan Mendatangkan Untung Maksimal
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
Terkini
-
Cara Cek dan Sanggah Data Desil Lewat HP, Segera Update Sebelum Agustus 2026!
-
Beli Pertalite Tak Lagi Bebas, Bakal Ada Aturan Baru
-
Gus Ipul Beri Apresiasi atas Komitmen Pemkab Bandung Dukung Sekolah Rakyat
-
Bukan Cuma Ganti Figur, DPR Desak Kepala BGN Baru Pengganti Nanik Deyang Berani Desain Ulang MBG
-
PAM Jaya Ungkap Biang Kerok Kebocoran Berulang di TB Simatupang, Pipa Sudah Berusia 30 Tahun
-
Santunan Korban Motor Tembus Rp1,79 T, Penguatan Standar Keselamatan Dinilai Mendesak
-
9 Rekomendasi Parfum untuk Kulit Sensitif dan Sudah Terdaftar BPOM
-
Sampah Jakarta Capai 7.354 Ton per Hari, Bisakah Pengelolaan dari Rumah Jadi Solusi?
-
JPMorgan Resmi Naikkan Rating BBRI ke Overweight, Simak Alasannya
-
Insentif Mobil Listrik Bisa Bikin Jakarta Rugi Rp2 Triliun