Sabtu, 02 Maret 2024 | 15:25 WIB
Ribuan anak yatim telah diasuh oleh orang tua asuh Indonesia melalui Adara. [dok. Adara]

Suara.com - Program Dekap Yatim Palestina diinisiasi Adara sejak agresi yang terjadi pada bulan Mei 2021 lalu. Lebih dari 1.000 yatim telah diasuh oleh orang tua asuh Indonesia melalui Adara, angka ini terus bertambah seiring meningkatnya eskalasi penyerangan Israel ke Palestina.

Terhitung hingga bulan Februari 2024 sebanyak 1.895 yatim Palestina telah menerima manfaat setiap bulannya dari orang tua asuh Indonesia. Adara berharap sedikitnya 3.000 anak yatim Palestina dapat diasuh oleh Indonesia di sepanjang tahun 2024, dalam rilisnya pada Sabtu (2/3/2024).

Sejak 2008 Adara Relief International telah berkomitmen dalam menjalankan misi kemanusiaan khususnya untuk anak dan perempuan pada kawasan krisis kemanusiaan di dunia.

Adara menjadikan Palestina sebagai salah satu fokus utama pemberian bantuan karena penjajahan dan blokade yang masih berlangsung di wilayah tersebut hingga saat ini.

Sebagai bentuk komitmen tersebut, tepat sepekan yang lalu pada tanggal 14-20 Februari 2024, tim penyaluran Adara baru saja bertolak ke kamp pengungsian Palestina di Turki Selatan.

Tim yang beranggotakan Maryam Rachmayani selaku Direktur Utama, Indah Kurniati selaku Direktur Keuangan, Nurul Fitriani sebagai Ketua Divisi Penyaluran terjun langsung menyerahkan bantuan dari masyarakat Indonesia.

Turut membersamai penyaluran langsung tersebut dua orang perwakilan dari Komunitas Qur’an Peduli Palestina (KQPP) yang merupakan salah satu mitra komunitas Adara. Bantuan disalurkan dalam bentuk alas tidur dan pakaian hangat bagi para yatim di pengungsian Palestina.

“Di Indonesia yang beriklim tropis, tidak terbayangkan bahwa musim dingin dapat menjadi bencana kemanusiaan tersendiri, apalagi di wilayah pengungsian yang memiliki banyak keterbatasan," tutur Maryam Rachmayani menjelaskan situasi yang ia dapatkan di pengungsian.

"Namun saat penyaluran langsung  seperti ini kami melihat dengan mata kepala kami sendiri bagaimana kondisi mengenaskan yang dialami anak-anak dan perempuan pengungsian, mereka harus tidur hanya bernaungkan tenda di musim dingin yang menusuk."

Baca Juga: Menang Telak, Klub Marselino Ferdinan Rebut Puncak Klasemen Kasta Kedua Belgia

“Adara percaya pada pentingnya peran anak dalam membangun sebuah peradaban. Inilah yang menjadi landasan bagi Adara untuk mengambil peran dalam mendidik anak-anak yatim di Palestina lewat program Dekap Yatim Palestina.” lanjut Maryam.

“Adara berharap meski mereka harus kehilangan ayahnya akibat agresi, namun melalui program ini mereka dapat menjadi generasi gemilang yang akan membangun Palestina di masa mendatang.” pungkasnya. 

Selama lebih dari dua tahun menjalankan program DYP, Adara mendapatkan banyak testimoni yang positif dari para anak asuh. Dima, salah satu yatim asuhan Adara menuturkan kisah hidupnya.

“Aku dilahirkan di sebuah rumah yang sangat sederhana, bahkan tanpa pintu dan jendela. Aku baru berusia 3 tahun saat ayahku wafat akibat rudal yang ditembakkan Israel pada 2014," ucapnya.

"Namun Allhamdulillah, Allah menambahkan keberkahan pada waktu dan pemahamanku, sehingga aku bisa menyelesaikan 30 juz hafalan Al-Quran di usia 12 tahun, selain itu aku juga sudah hafal ratusan hadits.”

“Aku juga memenangkan banyak perlombaan, dan nilai kelulusanku juga sangat memuaskan mencapai 96%. Aku persembahkan keberhasilanku ini pertama-tama untuk kedua orang tuaku, dan juga tentunya untuk orang tua asuhku di Indonesia. Setiap hari, aku berdoa agar Allah mengampuni dosaku, dosa kedua orang tuaku, orang tua asuhku di Indonesia, dan semua orang yang aku sayang,” tutup Dima.

Load More