Tahun 2023 telah menjadi tahun yang kelam bagi Palestina. Hampir 30.000 rakyat sipil telah terbunuh dalam kampanye genosida Israel atas Gaza yang berlangsung sejak 7 Oktober.
Jumlah korban anak terbunuh mencapai lebih dari 12.000 orang, dan sedikitnya 25.000 anak Gaza telah menjadi anak yatim baru karena kehilangan kedua orang tua ataupun ayah mereka. Hal ini menjadi penguat Adara untuk terus berkomitmen meningkatkan bantuan DYP.
Penyaluran program DYP mencakup bantuan secara utuh karena akan disalurkan dalam bentuk bantuan pangan, pendidikan, kesehatan, dan asah bakat agar bantuan tak hanya bersifat sesaat namun juga berkelanjutan melalui peningkatan dapat meningkatkan kualitas hidup manusianya.
“Sumber daya manusia adalah modal utama perjuangan, menjadi jaminan keberlangsungan suatu bangsa. Kita pastikan anak-anak yatim Palestina ini memiliki kapasitas sebagai pelanjut generasi, pelindung Baitul Maqdis melalui program DYP,” ucap Hasanah Ubaidillah, Direktur Program Adara Relief International.
Menjalankan program DYP, Adara berperan sebagai implementor program sekaligus penghimpun bantuan dari para orang tua asuh Indonesia.
Adara bekerja sama dengan relawan lokal di berbagai wilayah untuk menyalurkan secara tepat setiap bulan kepada yatim Palestina. Sementara itu secara berkala, orang tua asuh akan mendapatkan laporan penyaluran berupa dokumentasi yang akan dikirim secara personal atas pembiayaan yatim mereka.
“Orang tua asuh yang mendaftar merupakan warga negara Indonesia yang tinggal di dalam Indonesia dan dari berbagai belahan dunia lainnya,“ jelas Ana Rahmawati kepala divisi Jaringan dan Aliansi.
“Saat ini terdapat orang tua asuh dari Amerika, Australia, Belanda, Finlandia, Hongkong, Inggris, Jepang Jerman, Korea Selatan, Malaysia, Mesir, Qatar, Singapura, Turki dan Uni Emirat Arab. Kami terus membuka peluang bagi para muhsinin yang ingin menjadi bagian dari keluarga yatim Palestina, jika bapak/ibu berminat silakan hubungi tim kami di platform media sosial,” tutupnya.
Target Adara mencapai 3000 yatim di 2024 mungkin hanya sedikit bila dibandingkan dengan puluhan ribu anak yatim baru di Gaza.
Baca Juga: Menang Telak, Klub Marselino Ferdinan Rebut Puncak Klasemen Kasta Kedua Belgia
Meski demikian, Adara berharap bahwa bantuan ini dapat memberikan peningkatan kualitas manusia, agar kedepannya mereka mampu berdikari dan mengembangkan kemampuan mereka bagaimanapun kondisinya.
Sementara di dalam negeri, Adara turut menggulirkan berbagai program unggulan untuk anak dan perempuan meliputi bantuan sumur dan sanitasi air bersih di daerah 3T, pencegahan stunting, santunan anak yatim, bantuan berkelanjutan melalui program wakaf, bantuan hygiene dan trauma healing untuk anak dan perempuan di lokasi bencana dan lainnya.
Seluruh program yang diinisiasi oleh Adara merupakan upaya meningkatkan kualitas hidup dengan mengikuti arahan program SDGs menghapus kemiskinan, mengakhiri kelaparan, kesehatan yang baik dan kesejahteraan, dan akses air bersih dan sanitasi.
Berita Terkait
-
Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
-
Laba Bank SMBC Indonesia Naik, Kredit Tembus Rp 185,3 Triliun
-
Bobol Gawang Juara Liga Europa, Arkhan Kaka Belajar dari Tyrone Mings dan Bintang Aston Villa
-
Kinerja Ekspor Industri Tekstil RI Diproyeksi Moncer pada 2027, Tumbuh hingga 4%
-
Disumbang Pemerintah, Laba Bersih Pupuk Indonesia Meroket 250,3% di Semester I-2026
Terpopuler
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
1O1 STYLE Yogyakarta Malioboro Kembali dengan 'Rasa Merdeka': Sambut Agustusan dengan Rasa dan Tawa
-
3 Fakta Kontroversi Wasit Oman Khalfan Al Amouri Laga Singapura vs Indonesia
-
Rotasi Pasmar 1: Kolonel Sri Utomo Pimpin Brigif 1, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti
-
Usai Diperiksa 7 Jam, Febrie Adriansyah Bungkam soal Kasus Emas 74 Kilogram
-
Suzuki XL7 Tampil Perkasa di GIIAS 2026
-
Profil Wasit VAR Pansa Chaisanit yang Batalkan Kartu Merah Song Ui-young Laga Indonesia vs Singapura
-
UGM Nonaktifkan Elda Putri dari PPDS 3 Bulan Imbas Komentar Merendahkan Pasien BPJS
-
Saksi Kunci di Kasus Febrie Belum Dilindungi LPSK, Kejagung Pantau Terus Keamanan Ferry Boboho
-
Ragnar Oratmangoen Pecah Kebuntuan! Timnas Indonesia Ungguli Singapura 1-0
-
Ironi Febrie Adriansyah: Ngaku Dikriminalisasi Usai Sering Lakukan Itu Saat Berkuasa?