Suara.com - Di bulan suci Ramadan, aroma harum gorengan menjadi suguhan istimewa di setiap meja berbuka. Kombinasi cita rasa yang menggoda dan harga yang terjangkau menjadikannya sebagai primadona yang tak terbantahkan.
Meski sering dijumpai di pinggir jalan, namun membuat gorengan sendiri di rumah memberikan keuntungan luar biasa, terutama dalam hal kesehatan dan kebersihan. Namun, seringkali kita merasa hasil gorengan di rumah tidak se-renyah seperti yang dijual di tukang gorengan.
Untuk itu, mari kita simak beberapa tips sederhana untuk menciptakan gorengan yang renyah ala tukang gorengan di rumah Anda.
1. Pertama-tama, penambahan tepung dalam adonan adalah kunci utama untuk mendapatkan tekstur yang renyah pada gorengan. Campurkan tepung kanji dan tepung terigu serbaguna dalam perbandingan 1:3 untuk memberikan hasil yang maksimal.
2. Hindari adonan yang terlalu kental dan tebal. Adonan yang terlalu tebal akan membuat gorengan menyerap terlalu banyak minyak dan memperpanjang waktu penggorengan, sehingga hasilnya tidak akan se-renyah yang diharapkan.
3. Pastikan gorengan terendam minyak dengan sempurna saat proses penggorengan. Gunakan minyak yang cukup untuk melakukan deep frying agar gorengan matang sempurna dan memiliki tekstur yang renyah.
4. Jangan menggoreng terlalu banyak gorengan dalam satu waktu. Memasukkan terlalu banyak gorengan dalam wajan akan menyebabkan penurunan suhu minyak, sehingga hasil gorengan tidak optimal. Batasi jumlah gorengan yang dimasukkan dalam wajan agar tetap menjaga suhu minyak yang stabil.
5. Tambahkan sedikit baking soda dalam adonan untuk meningkatkan tekstur gorengan dan membuatnya tetap renyah lebih lama. Ini akan memberikan hasil yang lebih memuaskan dan tahan lama.
Membuat gorengan sendiri di rumah tidak hanya memberikan kepuasan karena rasa yang lezat, tetapi juga memberikan jaminan atas kebersihan dan kualitas bahan-bahan yang digunakan.
Baca Juga: Sebelum Meninggal, Donny Kesuma Mau Sang Anak Jadi Aktor
Cobalah berbagai variasi gorengan seperti bakwan, tempe, atau tahu untuk menciptakan pengalaman berbuka puasa yang beragam dan memuaskan.
Tetapi, tak lupa bahwa faktor utama yang membuat kelezatan di dalam gorengan adalah MSG, bumbu penyedap rahasia di balik hidangan lezat yang selalu diinginkan. MSG atau Mono Sodium Glutamat memberikan sentuhan khusus dalam menyempurnakan rasa masakan.
Dengan menerapkan tips praktis di atas dan menggunakan bumbu penyedap MSG, Anda dapat menciptakan gorengan yang renyah dan lezat ala tukang gorengan di rumah. Selamat menikmati sajian takjil berbuka puasa yang nikmat, sehat, dan menggugah selera!
Berita Terkait
-
7 Macam Gorengan Korea Buat Teman Makan Tteokbokki, Gurih dan Renyah!
-
MinyaKita Hilang dari Rak Toko, Tukang Gorengan Akui Rugi Pengeluaran Bengkak
-
Niat Puasa Arafah Digabung Qadha Ramadan, Bayar Utang Sekaligus Hapus Dosa 2 Tahun
-
Menu Makanan Idul Adha yang Tinggi Kandungan Gula Meski Nggak Manis, Apa Saja?
-
Bolehkah Puasa Arafah Digabung dengan Qadha Ramadan? Begini Hukumnya dalam Islam
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan