/
Senin, 22 Agustus 2022 | 12:11 WIB
Peternak ayam petelur di kampung ciasem, Desa Cicadas, Kecamatan Babakancikao, Kabupaten Purwakarta, Lili Abdullah. (Jabarnews.com)

PURWAKARTA - Menyusul naiknya harga telur ayam ras ini, para peternak ayam petelur di Kabupaten Purwakarta mulai bergairah. Kini para peternak mulai kewalahan untuk memenuhi tingginya permintaan pasar.

Seperti dirasakan salah seorang peternak ayam petelur di kampung ciasem, Desa Cicadas, Kecamatan Babakancikao, Kabupaten Purwakarta, Lili Abdullah.

Lili mengaku, setelah sempat terpuruk selama beberapa, kini harga telur ayam yang dulunya anjlok mulai mengalami kenaikan harga yang cukup drastis.

"Untuk sekarang Alhamdulillah untuk telur harganya udah melambung tinggi. Dulu harganya Rp. 25 ribu perkiligram, berangsur naik hingga sekarang harganya lebih dari Rp. 30 ribu rupiah. Jadi bersemangat lagi," jelas Lili saat ditemui, Senin (22/8/2022).

Kendati harga telur mulai mengalami kenaikan yang cukup signifikan, kata dia, namun demikian biaya operasional yang mereka keluarkan juga cukup tinggi karena harga pakan dan obat-obatan juga terus mengalami kenaikan.

"Namun tetap aja sih kalau pakannya tetap mahal paling juga kebagian ada kebagian sedikit, tidak sedikit kemarin yang anjlok. Mungkin ini imbas dari kemarin yang sangat anjlok harga telur Alhamdulillah sekarang bangkit lagi," tutur Lili.

Ia menambahkan, kenaikan harga telur membuat peternak kewalahan terhadap permintaan pasar. Saat ini produksinya berkurang karena harga pakan yang terus naik dan tak pernah turun sejak dulu.  

"Kami juga berharap pakan turun, soalnya dari imbas kemarin telur anjlok pakan naik, sampai sekarang belum turun lagi harga pakan," Harap Lili. (Gin)

Baca Juga: Inilah Perbedaan Colenak Khas Purwakarta Dari Daerah Lainnya

Load More