/
Rabu, 24 Agustus 2022 | 11:42 WIB
Sopir angkot tengah mengisi BBM di SPBU. (Jabarnews.com)

PURWAKARTA - Adanya rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) membuat sopir angkutan kota (angkot) dan pengemudi ojek online (ojol) di Kabupaten Purwakarta keberatan. Pasalnya hal ini akan berdampak pada pendapatannya.

Tak hanya itu, sepinya penumpang saat ini membuat beban operasional sopir angkot semakin berat. Hal ini dikatakan Sopir Angkot 03, Hasan.

"Ya pasti mengeluh semua sopir angkot mah, mengeluhkan ya muatan enggak ada bensin naik, pusing kita," katanya, Rabu (24/8/2022).

Dirinya meminta pemerintah mengkaji ulang dalam rencana menaikkan harga BBM pasalnya, masyarakat saat ini masih dalam kondisi sulit pasca pandemi dan harga Bakan pokok yang pada naik.

"Ya pastilah rencana itu pasti naik ongkos, kalo bensin naik pasti ikut naik. Kalo di tanya keberatan ya keberatan soalnya penumpang sepi," keluh Hasan. 

Hal senada dikatakan sopir angkot 08 Purwakarta, Suryana meminta kebijakan untuk para sopir angkot jika BBM jadi di naikkan.

"Kami sopir angkot meminta kebijakan dan bagusnya seperti apa kami sopir angkot. Kan udah tau saingannya banyak angkot itu, kami juga sama butuh makan dan menafkahi anak istri," ujar Ita Suryana.

Begitupun pengemudi ojek online, Hengki meyakini jika ada kenaikan harga BBM maka akan ada kenaikan tarif bagi para penumpang.

"Kalo dinaikin harga BBM otomatis tarif untuk ojol harus di sesuaikan juga, kalo keberatan tarif sekarang keberatan tapi kalo disesuaikan BBM gak masalah karena gimana juga BBM sangat di butuhkan juga," tutur Hengki. (Gin)

Baca Juga: Komentar Warga di Bali Soal Isu Kenaikan Harga BBM Pekan Depan

Load More