PURWAKARTA - Adanya rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) membuat sopir angkutan kota (angkot) dan pengemudi ojek online (ojol) di Kabupaten Purwakarta keberatan. Pasalnya hal ini akan berdampak pada pendapatannya.
Tak hanya itu, sepinya penumpang saat ini membuat beban operasional sopir angkot semakin berat. Hal ini dikatakan Sopir Angkot 03, Hasan.
"Ya pasti mengeluh semua sopir angkot mah, mengeluhkan ya muatan enggak ada bensin naik, pusing kita," katanya, Rabu (24/8/2022).
Dirinya meminta pemerintah mengkaji ulang dalam rencana menaikkan harga BBM pasalnya, masyarakat saat ini masih dalam kondisi sulit pasca pandemi dan harga Bakan pokok yang pada naik.
"Ya pastilah rencana itu pasti naik ongkos, kalo bensin naik pasti ikut naik. Kalo di tanya keberatan ya keberatan soalnya penumpang sepi," keluh Hasan.
Hal senada dikatakan sopir angkot 08 Purwakarta, Suryana meminta kebijakan untuk para sopir angkot jika BBM jadi di naikkan.
"Kami sopir angkot meminta kebijakan dan bagusnya seperti apa kami sopir angkot. Kan udah tau saingannya banyak angkot itu, kami juga sama butuh makan dan menafkahi anak istri," ujar Ita Suryana.
Begitupun pengemudi ojek online, Hengki meyakini jika ada kenaikan harga BBM maka akan ada kenaikan tarif bagi para penumpang.
"Kalo dinaikin harga BBM otomatis tarif untuk ojol harus di sesuaikan juga, kalo keberatan tarif sekarang keberatan tapi kalo disesuaikan BBM gak masalah karena gimana juga BBM sangat di butuhkan juga," tutur Hengki. (Gin)
Baca Juga: Komentar Warga di Bali Soal Isu Kenaikan Harga BBM Pekan Depan
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026