Purwasuka - Program unggulan Nyetor Sampah Jadi Berkah (NYEPAH) dan Gerakan Belanja Bayar Pakai Sampah (Gebyar PAS) mengedepankan konsep pemberdayaan masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah.
Program yang digulirkan Pemerintah Daereh (Pemda) Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Perumahan dan Permukiman Jabar tersebut dalam rangka mengurangi jumlah sampah yang ada di lingkungan sekitar.
NYEPAH adalah gerakan menyetor sampah non organik bagi pegawai Disperkim ke TPS3R milik Disperkim, yang kemudian dikelola dan dimanfaatkan oleh tenaga kebersihan.
Sementara itu, Disperkim yang memfasilitasi proses penjualan sampah yang telah dipilah bekerjasama dengan para komunitas peduli sampah.
Adapun Gebyar PAS adalah memberdayakan warga di empat lokasi apartemen transit milik Pemda Provinsi Jabar yang dapat menukarkan sampah anorganik dengan kupon belanja kemudian digunakan untuk belanja di gerai kebutuhan pokok dilokasi tersebut.
Plt Kepala Disperkim Jabar, Wahyu Mijaya menyampaikan bahwa pihaknya terus mendorong kedua program tersebut, dikarenakan permasalahan sampah di Jawa Barat menjadi urgen yang harus segera ditangani.
"Persoalan sampah yang tidak tertangani bisa mengakibatkan pencemaran lingkungan dan berpengaruh bagi kesehatan," ucap Wahyu.
Wahyu juga menjelaskan, NYEPAH adalah gerakan sosial dengan menyetor sampah rumah tangga (non organik) dalam upaya mendukung memilah sampah menjadi sirkular ekonomi dan mengurangi pembuangan sampah ke lokasi TPA.
Dalam program NYEPAH ini, pihaknya telah mengimplementasikan di lingkungan internal Kantor Disperkim dengan menyebarkan poster ajakan NYEPAH dengan tagline Nyetor Sampah Jadi Barokah.(*)
Baca Juga: Banyak Warga Miskin di Tasikmalaya yang Belum Terdaftar sebagai Penerima BLT BBM
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Gugat Aturan Gelar Pahlawan Nasional ke MK, Trah Sultan HB II Bongkar Dugaan Penjegalan
-
Warga Sleman Mengeluh Mati Listrik Tiap Hari, PLN Buka Suara dan Beberkan Penyebabnya
-
Sambut HJB ke-544, Jurnalis Se-Bogor Raya Siap Adu Taktik di Lapangan Hijau Sentul
-
Bawa Pesan Khusus dari Prabowo untuk Jokowi? Ini Fakta Pertemuan Didit Hediprasetyo di Solo
-
Nenek 80 Tahun di Sedayu Bantul Tewas Tercebur Sumur Saat Menimba Air
-
Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta
-
Niat Cari Untung Malah Buntung: Air Ciujung Tercemar, Modal Obat Padi Bengkak Dua Kali Lipat
-
Tolak Militerisasi Sipil hingga Kenaikan BBM, Mahasiswa Kepung DPRD Jatim Kritik Kebijakan Prabowo
-
Migrasi Pertamax ke Pertalite Mulai Terjadi di Jogja, Pasokan BBM Subsidi Ditambah 18 Persen
-
Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional