Purwasuka - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia mencanangkan pemberian imunisasi PCV Nasional untuk 4,6 juta anak dan balita untuk perlindungan dari penyakit radang paru (pneumonia).
Dengan pencanangan tersebut, maka imunisasi PCV menjadi salah satu dari 14 macam imunisasi yang wajib diberikan kepada anak-anak di Indonesia.
''Imunisasi PCV secara nasional ini dilaksanakan dengan sasaran sekitar 4,6 juta anak di seluruh Indonesia,'' kata Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Maxi Rein Rondonuwu.
Imunisasi PCV dilakukan dengan cara penyuntikan intramuskular atau injeksi pada paha kiri dengan dosis 0,5 mili liter. Pemberian imunisasi tersebut diberikan sebanyak tiga kali dosis, yaitu pada anak usia dua bulan, tiga bulan dan 12 bulan sebagai imunisasi lanjutan.
Terkait ketersediaan vaksin imunisasi PCV, Maxi memastikan ketersediaan stok tercukupi dan distribusi yang aman selama program pencanangan imunisasi PCV Nasional berlangsung.
Pelaksanaan imunisasi PCV dapat dilakukan di posyandu, puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan lain seperti rumah sakit, klinik, praktik dokter mandiri, praktik bidan mandiri, dan fasilitas lainnya yang memberikan layanan imunisasi.
Pemberian imunisasi PCV yang telah dilakukan di beberapa daerah terbukti aman dan efektif untuk menurunkan kasus pneumonia, namun cakupannya masih sangat rendah.
Karena itu, dibutuhkan upaya lebih masif lagi dengan terus mendorong imunisasi PCV secara nasional dengan menjalin kolaborasi seluruh stakeholder yang terkait.
Selain itu, pemahaman serta kesadaran orang tua terhadap bahaya penyakit pneumonia dan pemberian imunisasi PCV menjadi faktor penting dalam mempercepat cakupan vaksinasi imunisasi PCV.
Baca Juga: Cegah Radang Paru, Kemenkes Targetkan 4,6 Juta Anak Indonesia Dapat Imunisasi PCV
Melalui pencanangan imunisasi PCV juga diharapkan menjadi wadah edukasi dan pemahaman bagi para orang tua tentang pentingnya pemberian imunisasi PVC bagi anak dan balita.(*)
Berita Terkait
-
Pandemi Covid-19 Melandai, Masihkah Vaksin Merah Putih Diperlukan?
-
Cegah Radang Paru, Kemenkes Targetkan 4,6 Juta Anak Indonesia Dapat Imunisasi PCV
-
Kemenkes: Bulan Imunisasi Anak Nasional untuk Pulau Jawa dan Bali Dimulai Agustus 2022
-
Riwayat Imunisasi Anak Terintegrasi dalam Aplikasi PeduliLindungi
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
RS Dilarang Tolak Pasien BPJS PBI, Mensos Tegaskan Layanan Cuci Darah Wajib Dilayani
-
Sidoarjo Pride! Dari Kota Udang ke Dunia Digital, Cerita Bimasakti Bikin Transaksi Makin Simpel
-
Rahasia UMKM Candyco 'Naik Kelas' Berkat Dukungan Ekosistem Digital BRI
-
Update Harga PS5 2026, Naik Imbas Krisis RAM Global
-
Rekam Jejak Praka Farizal: Sukses di Papua Hingga Lolos Seleksi Ketat Penugasan Lebanon
-
Salatiga Bersiap Jadi Pusat Padel Nasional: Visi Ambisius PBPI untuk Olahraga Modern
-
Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
-
Buka Lahan Pemakaman Baru, Pemkot Jakbar Relokasi 128 KK
-
Dompet Menipis Usai Lebaran? Sequis Life Dorong Reset Keuangan dan Kesehatan
-
Gerakan Wangikan Masjid, Enesis Gandeng Baznas Sasar 100 Titik