Purwasuka - Gempa bumi menjadi bencana alam yang paling banyak menimbulkan korban jiwa dan juga kerusakan pada berbagai sendi kehidupan sepanjang sejarah manusia di dunia.
Gempa bumi terbesar sepanjang sejarah dunia pernah terjadi di Valdivia, Chili pada tahun 1950. Gempa berkekuatan 9,5 skala richter tersebut mengakibatkan korban jiwa sebanyak 1.655 orang dan dua juta orang kehilangan tempat tinggal.
Sementara itu, ada juga gempa bumi yang mengakibatkan korban jiwa terbanyak dalam sejarah manusia, meskipun gempa tersebut dalam skala yang lebih kecil dari gempa bumi terbesar yang pernah ada.
Gempa bumi yang paling mematikan dalam sejarah dunia pernah terjadi di Provinsi Shannxi Tiongkok, dengan korban jiwa mencapai 830.000 orang tewas.
Gempa dengan kekuatan 8 magnitudo tersebut menyebabkan area seluas 836,9 km hancur dan dirasakan di 97 kabupaten di Tiongkok. Di beberapa kabupaten terebut, diperkirakan sebanyak 60% penduduknya tewas.
Kemudian gempa bumi yang terjadi di Port-au-Prince, Haiti, pada tahun 2010 dengan kekuatan 7.0 skala richter yang mengakibatkan korban jiwa 316.000 orang tewas.
Disusul gempa bumi yang terjadi di Antakya, Turki pada tahun 115, sebanyak 260.000 korban tewas. Masih di Antakya, Turki pada tahun 525, kembali terjadi gempa bumi yang menyebabkan 250.000 korban tewas.
Di Tangshan, Tiongkok, gempa bumi terjadi pada tahun 1976, yang mengakibatkan sebanyak 242.769 korban tewas. Kemudian disusul gempa bumi yang terjadi di Gyzndzha, Azerbaijan pada tahun 1139 dengan 230.000 korban tewas.
Yang terakhir adalah gempa bumi berskala 9,1-9,3 skala richter yang terjadi di Aceh, Sumatera yang mengakibatkan sebanyak 227.899 orang meninggal dunia.
Baca Juga: Gempa Magnitudo 7,2 SR Guncang Taiwan, Jepang Langsung Peringatkan Tsunami
Gempa di Aceh ini menimbulkan tsunami dengan gelombang mencapai 13 meter yang menerjang sebagian besar Provinsi Aceh dan beberapa daerah lain di sepanjang pesisir barat Pulau Sumatera.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
1 Prajurit TNI di Lebanon Gugur Dibom Israel, 3 Lainnya Luka-luka
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
Terkini
-
Daftar Harga Pangan yang Naik Pasca lebaran, Bawang Melonjak Tajam!
-
Pemberdayaan Desa BRILian Mampu Wujudkan Perekonomian Desa Hendrosari Melaju Optimal
-
Pengamat Politik UMY: Polemik Ijazah Jokowi Hanya Buang Energi di Tengah Ancaman Krisis Ekonomi
-
Habis Selat Hormuz, Gerbang Laut Merah Selat Bab Al Mandab Bakal Diblokir Sekutu Iran
-
Hacker Iran Retas Email Bos FBI Kash Patel, AS Gelar Sayembara Rp157 Miliar
-
Air Mata Haru di Balik Antrean Syawalan Sultan: Perjuangan Siswa Difabel Demi Salaman Raja Jogja
-
Jadi Lokasi Wisata, Desa Hendrosari Kini Berdaya Memicu Tumbuhnya Usaha Baru Masyarakat
-
BRI Dorong UMKM Desa Hendrosari Lewat Program Desa BRILiaN dan Wisata Lontar Sewu
-
Pelatih Bulgaria Soroti 2 Pemain Timnas Indonesia Sebagai Ancaman
-
Kebangkitan Desa Hendrosari Kini Mampu Tumbuhkan Ekonomi Masyarakat