PURWAKARTA - Seorang pria berinsial DSH (30) mengaku sebagai polisi untuk melancarkan aksi kejahatannya. Korban kejahatan polisi gabungan ini yakni pelajar yang dirampas telepon genggamnya.
Pelaku merupakan warga Kelurahan Cimahi Utara, Kecamatan Cipageran, Kabupaten Cimahi. Dia diringkus Satreskrim Polres Purwakarta pada Senin (19/9/2022).
Kasat Reskrim, AKP M Zulkarnaen mengatakan, pelaku beraksi dengan menggunakan sepeda motor. Si pelaku memberhentikan korban yang rata-rata pelajar perempuan atau anak-anak atau pelajar.
"Pelaku ini mengaku sebagai Anggota Polri, lalu menanyakan ke korban perihal tidak menggunakan masker dan juga helm. Dikarenakan korban merasa percaya dengan pelaku yang mengaku sebagai anggota Polisi maka korban menuruti apa yang dikatakan Oleh pelaku tersebut," katanya, Selasa (20/9/2022).
Selanjutnya, kata dia, korban yang mengendarai sepeda motor disuruh maju terlebih dahulu, sementara pelaku dengan membonceng korban berjalan dibelakang mengikuti.
"Hingga akhirnya handphone milik korban diminta oleh pelaku dengan alasan sebagai barang bukti diberikan kepada pelaku dan korban diturunkan dijalan. Setelah itu pelaku yang langsung pergi meninggalkan korban," kata Zulkarnaen.
Saat melakukan aksi, pelaku juga kerap mengaku sebagai polisi bagian provost di Polres Purwakarta. Pelaku selalu beraksi sendirian dengan pakaian preman dan menggunakan kopel polisi serta sepatu PDL Polri.
"Modus yang dipakai adalah berpura-pura menjadi anggota kepolisian dari Polres Purwakarta. Pelaku sudah melakukan aksinya sebanyak 5 kali di wilayah Kabupaten Purwakarta dan sudah 8 orang menjadi korban," ucapnya.
Dijelaskan Zulkarnaen, sasaran pelaku adalah anak sekolah yang tidak menggunakan masker atau helm sehingga pelaku yang berpura-pura sebagai anggota polisi langsung menegur dan mengambil Handphone korban dan korban ditinggalkan begitu saja oleh pelaku.
Baca Juga: Dalam 2 Pekan, Polda Lampung Gagalkan Penyelundupan 35 Kg Sabu ke Pulau Jawa
"Pelaku ini menyasar para pelajar SMA dan SMP yang tidak menggunakan masker serta helm saat berkendara," jelasnya.
Dari tangan pelaku, lanjut dia, pihaknya juga mengamankan barang bukti, satu unit sepeda motor honda beat, satu unit handphone merk Iphone 11, satu unit Handphone merk Vivo Y16, sebuh celana PDL hitam, sebuah jaket hitam dan sebuah sepatu PDL.
"Pelaku sengaja menggunakan beberapa atribut polisi agar korban percaya dengannya. Pelaku mendapatkan atribut-atribut tersebut dibeli di daerah Cimahi. Hasil rampasan handphone milik korban, pelaku berniat menjualnya dengan cara COD (cash on delivery)," ucap AKP M Zulkarnaen.
Saat ini pelaku harus mendekam di balik jeruji dan terancam hukuman maksimal empat tahun penjara karena dijerat dengan pasal Pasal 378 KUHPidana tentang penipuan. ***
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Cara Cek NISN Online untuk SPMB 2026, Awas Jangan Sampai Salah
-
GMNI Kecam Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus, Minta Prabowo dan Kapolri Bertindak
-
Statistik Kevin Diks saat Jadi Kapten dan Bantu Monchengladbach Hajar St. Pauli
-
Eks Asisten Shin Tae-yong Bongkar Alasan Elkan Baggott Sempat Hilang dari Timnas Indonesia
-
Cara Mengatur Keuangan Setelah Lebaran Agar Tidak Makan Mie Instan
-
Meta Hapus 159 Juta Iklan Penipuan dan 150 Ribu Akun Scam, Kolaborasi dengan Polri
-
Panduan Jika Tertinggal Salat Idulfitri, Ketahui agar Tidak Panik saat Terlambat Datang
-
Spirit Inklusivitas Ramadan, Khofifah Gelar Khotmil Qur'an Bersama Perangkat Daerah & Komunitas Tuli
-
Usai 7 Tahun Vakum, Son Dam Bi Siap Comeback Akting Lewat Drama Pendek Baru
-
Antara Hidup dan Mati di Yahukimo: Kepulangan Pilu Lima Warga Sumedang yang Terjebak Janji Palsu