/
Minggu, 18 September 2022 | 17:08 WIB
Aneka senjata tajam yang disita polisi dari Polsek Sukarame, Bandar Lampung, dari para pelajar yang diduga akan tawuran, Minggu (18/9/2022). (Istimewa)

Metro.Suara.com - Tangis para orang tua dan para pelajar yang ditangkap polisi itu tak terbendung lagi, saat mereka meminta maaf hingga memeluk ayah atau ibu masing-masing. Seorang ibu bahkan hingga sesenggukan menyatakan sangat menyayangi sang anak, dan tidak mau anaknya terlibat lagi dengan hal-hal negatif.

Sebelumnya, sebanyak 24 pelajar di Bandar Lampung ditangkap polisi karena diduga akan tawuran. Pasalnya, dari mereka polisi menyita sejumlah senjata tejam berbagai jenis, seperti parang, cerlurit, hingga samurai. Para pelajar itu langsung dibawa ke Mapolsek Sukarame, Bandar Lampung untuk diperiksa lebih lanjut.

Polisi lalu memanggil orang tua dan guru dari sekolah masing-masing pelajar. Beberapa dari para pelajar itu lalu diminta untuk membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya atau akan dikeluarkan dari sekolah dan dijerat hukum. 

“Mereka ditangkap di kawasan Jalan Sutami, Kelurahan Way Laga, Kecamatan Sukabumi, karena kedapatan bergerombol mengendarai motor dan  membawa senjata tajam,” ungkap Kapolsek Sukarame Kompol Warsito, dalam keterangan resminya yang dikutip pada Minggu (18/9/2022).

Dari puluhan orang yang ditangkap, polisi menetapkan lima orang sebagai tersangka karena membawa senjata tajam.

Polisi meminta para guru dan orang tua mengawasi anak-anaknya dan secara berkala memeriksa ponsel mereka. Sebab, mereka mengaku akan tawuran dengan kelompok pelajar lain melalui tantangan di media sosial. (*)

Load More