PURWASUKA– Anggota DPRD Jawa Barat asal Fraksi PAN, Hasbullah Rahmad mendorong pemberian insentif untuk kabupaten dan kota di Jabar yang konsisten mempertahankan Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan atau KP2B.
Insentif yang diberikan bisa berupa bantuan keuangan atau bankeu dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat.
“Saya merekomendasikan atau tepatnya mendorong Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil supaya Pemprov Jawa Barat berani memberikan insentif untuk kabupaten dan kota yang konsisten mampu mempertahankan lahan sesuai Perda RTRW atau mampu mempertahankan kawasan pertanian pangan berkelanjutan,” tutur Hasbullah Rahmad, Bandung, Jumat, 4 November 2022.
Menurut Hasbullah Rahmad, pemberian insentif tersebut bisa mendorong kabupaten dan kota mempertahankan kawasan pertanian pangan berkelanjutan, dan menghindari masifnya alih fungsi lahan yang kini tengah terjadi.
Bayangkan saja, kawasan pertanian pangan saat ini banyak yang berubah menjadi kawasan industri, karena lebih produktif, lebih untung.
“Memang jadi lahan industri bakal banyak pemasukan banyak bagi daerah, tetapi berdampak pada berkurangnya lahan pangan, ujungnya krisis pangan,” kata dia.
Berbeda dengan lahan pangan, hanya dapat dari hasil panen. Sehingga insentif dinilai solusi tepat untuk menghindari alih fungsi lahan yang kondisinya sangat mengkhawatirkan.
“Ambil contoh Kabupaten Kuningan, kita atur wilayahnya sebagian untuk sumber air, irigasi, lahan pangan. Tapi tidak diberikan insentif, lama-lama lahan tersebut habis karena dianggap kurang menguntungkan,” ucap dia. ***
Baca Juga: Selebriti TikTok Zhico Nofri Andika Berniat Mengakhiri Hidupnya
Berita Terkait
-
Laju Pertumbuhan dan Kawasan Pertanian Pangan Dikritisi Pansus VI DPRD Jawa Barat
-
Herry Dermawan Mengkritisi Nasib Petani yang Kerap Merugi Ditengah Pemerintah Fokus Memperkuat Ketahanan Pangan
-
Politisi Asal PAN Herry Dermawan Mengingatkan Ketahanan Pangan Jangan Sampai Menyengsarakan Petani
-
Thoriqoh Nashrullah Fitriyah Sambut Positif Peluang Kerja Sama Investasi di Sektor Ketahanan Pangan di Jabar
-
Wujudkan Jabar Jadi Provinsi Digital, Desa di Gunung Putri Untuk Dukung Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
70mai Gebrak Pasar Dashcam Indonesia Lewat Produk Berteknologi True 4K dan Koneksi 4G
-
Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 25 Juni 2026 di Medan
-
Sengketa Pengawalan Truk CPO Berujung Bentrok Bersenjata, Ada Apa di Muara Lakitan?
-
Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger
-
Pensiun, Apa Itu? Lionel Messi: Saya Mau Main di Piala Dunia 2030
-
Kita Bikin Romantis! Ucapan Antonela untuk Messi di Usia 39: Kami Punya Segalanya Karena Kamu
-
Mengapa Dodi Reza Dipanggil Kejati? Fakta Baru Kasus Sungai Lalan Mulai Terungkap
-
Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global
-
Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun
-
Berapa Harga iPad Paling Murah 2026? Desain Premium, Paling Worth It Dibeli