PURWASUKA– Anggota DPRD Jawa Barat asal Fraksi PAN, Hasbullah Rahmad mengatakan, salah satu fokus Panitia Khusus (Pansus) VI Raperda RTRW Provinsi Jawa Barat tahun 2022-2042 adalah soal laju pertumbuhan penduduk dan ancaman krisis pangan di Jabar.
Saat ini jumlah penduduk Jawa Barat kurang lebih 48 (48.782.402) juta jiwa atau hampir 50 juta. Dalam kurun waktu 20 tahun diprediksikan jumlah penduduk Jawa Barat bisa menembus angka 60 atau 63 juta jiwa bahkan lebih.
Sementara itu kata Hasbullah Rahmad, luas lahan sawah (irigasi) di Jawa Barat diangka 736.635 hektar, dan non irigasi hanya 176.159 hektar.
Tidak seimbangnya antara pertumbuhan penduduk dengan luas lahan pertanian tersebut tentu akan mempengaruhi ketersedian pangan dan ancaman krisis pangan.
“Berarti kita harus mengantisipasi ketersedian pangan untuk 20 tahun kedepan. Maka Pemerintah Provinsi Jawa Barat wajib menambah luas Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B) sebesar 30%,” tutur Hasbullah Rahmad, Bandung, Selasa, 1 November 2022.
Soal penambahan KP2B sebesar 30% tersebut diatur dalam Raperda Raperda RTRW Provinsi Jawa Barat tahun 2022-2042. Penambahan KP2B tersebut diyakini menjadi salah satu solusi krisis pangan yang mengancam Jawa Barat.
Selain penambahan KP2B 30%, Ketua Pansus VI tentang Raperda RTRW Provinsi Jawa Barat tahun 2022-2042 pun mendorong penambahan atau perbaikan irigasi demi meningkatkan produktivitas petani.
“Tidak semua sawah di Jabar yang digarap petani itu panen setahun tiga kali. Fakta di lapangan ada yang panennya hanya satu kali dalam setahun, dan banyak yang mengandalkan pertanian tadah hujan,” kata dia.
Pansus VI berharap setelah Raperda RTRW Provinsi Jawa Barat tahun 2022-2042 ditetapkan, jaringan irigasi di Jawa Barat membaik, pembangunan irigasi diperbanyak demi meningkatkan produktivitas para petani.
“Dengan begitu, Jawa Barat aman dari krisis pangan khususnya 20 tahun kedepan,” ucap dia. ***
Berita Terkait
-
Indonesia Masa Depan Lumbung Pangan Dunia
-
Herry Dermawan Mengkritisi Nasib Petani yang Kerap Merugi Ditengah Pemerintah Fokus Memperkuat Ketahanan Pangan
-
Lomba Inovasi Bahan Makanan Pendamping Beras di Kelurahan Kaligawe, Walikota Semarang Mbak Ita: Ciptakan Ketahanan Pangan
-
Jaga Ketahanan Pangan, Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika Gulirkan Kebijakan Ini Sejak 2018
-
11 Pangan Pokok Tertentu Diatur Pemerintah Sesuai Perpres Nomor 125 Tahun 2022
Terpopuler
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Prabowo Bakal Copot Lagi Pejabat 'Telur Busuk', Hashim Djojohadikusumo: Semua Opsi di Atas Meja
- 35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
- Lebih Bagus Smart TV atau Android TV? Ini 6 Rekomendasi Terbaik Harga di Bawah Rp3 Juta
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Korupsi Lahan di Subang, Lima Pejabat Desa Cibogo Jadi Tersangka
-
5 Poin Penting Stadion Pakansari Porak-poranda Diterjang Angin Kencang
-
Piala Dunia 2026 Dihantui Kontroversi: ICE Ambil Peran Kunci, Suporter Waswas?
-
Panas! Presiden FIFA Gianni Infantino Ingin Cabut Sanksi Rusia, UEFA Lawan Mati-matian
-
3 Skincare Cowok yang Bikin Wajah Cerah, Harganya Murah Meriah!
-
Gempa Beruntun M 5,5 Guncang Karatung dan Melonguane Sulawesi Utara
-
Carlo Ancelotti Perpanjang Kontrak di Brasil hingga 2030, Kantongi Gaji Rp170 Miliar
-
Daftar Lengkap 24 Pejabat Baru Kabupaten Bogor yang Dilantik
-
Lantik 24 Pejabat Baru, Bupati Bogor: Saya Pastikan Tidak Ada Jual Beli Jabatan
-
Raih Manajer Terbaik Premier League Januari 2026, Michael Carrick Tersipu Malu