PURWASUKA - Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Komifo) resmi menghentikan siaran TV analog pada Rabu (2/11/2022) lalu untuk migrasi ek TV digital. Kebijakan ini pun menimbulkan protes dari sejumlah warga di Kabupaten Karawang.
Warga yang protes tersebut mengeluh karena harus membeli Set Top Box (STB) untuk menikmati siaran TV. Mereka pun mendesak pemerintah Kabupaten Karawang untuk membagikan STB gratis kepada warga yang berhak.
Hal ini pun diungkapkan oleh warga Kosambi bernama Kokom (33). Menurutnya setelah siaran TV analog resmi dihentikan, membuat harga STB melonjak.
Akibatnya, dirinya mengaku keberatan dengan harga STB yang naik. Bahkan, Kokom mengaku untuk membiaya hidup sehari-hari pun terbilang pas-pasan.
“Harus ada STB gratis dari pemerintah, sekarang STB susah dicari, ada stoknya tapi harganya mahal Rp 300 ribuan,” ujarnya pada Senin (7/11/2022).
Kemudian, warga lainnya Bayu yang berdomisili di Cengkong mempertanyakan, terkait apakah ada program STB gratis dari Pemkab Karawang. Pasalnya, dia hingga kini tidak mendapatkannya.
“Di Karawang engga ada STB gratis ya, saudara saya di Bekasi dapat bantuan STB gratis,” ucapnya.
Dia mengaku tidak keberatan membeli STB untuk bisa menonton siaran TV digital.
“Jadi kesel juga sebenarnya engga ada hiburan, mau beli Set Top Box belum punya uangnya,” ucapnya mengutip dari Tvberita.com.
Diketahui siaran TV analog di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) termasuk Karawang dan sejumlah daerah lain di Jawa Barat resmi dimatikan pada 2 November 2022 pukul 00.00 WIB.
Penghentian siaran TV Analog merupakan amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.
Bagi mereka yang masih menggunakan televisi analog bisa menggunakan alat set top box agar bisa menjadi digital.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan
-
Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga