/
Kamis, 10 November 2022 | 12:15 WIB
Harga beras naik jelang natal dan tahun baru.

PURWASUKA- Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Elly Wasliah membenarkan adanya kenaikan harga beras jelang natal dan tahun baru

Meskipun demikian, kenaikan harga beras jelang natal dan tahun baru tersebut dianggap masih wajar, karena kenaikannya tak begitu besar atau tidak terlalu signifikan. 

“Berdasarkan pantauan Disdagin Kota Bandung, sembako yang naik itu beras. Beras memang mengalami kenaikan, tapi tidak terlalu signifikan, masih dalam batas kewajaran,” tutur Elly Wasliah, Bandung, Kamis. 10 November 2022. 

Menurut Elly Wasliah, kenaikan harga beras tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya, karena peningkatan permintaan menjelang natal dan tahun baru. 

“Memang ada kenaikan permintaan tetapi tidak terlalu signifikan,” kata dia.

Hal ini karena Kota Bandung menjadi pusat wisata tahun baru, sehingga banyak wisatawan yang datang ke Bandung. 

“Walaupun harga dan permintaan beras naik, Pemerintah Kota Bandung memastikan stok beras dan kebutuhan pokok lainnya di Kota Bandung dalam kondisi aman tersedia. Kenaikan harga beras masih wajar, dan kenaikan harga beras pun sudah dikonfirmasi Bulog,”  tegas dia.

“Stok kebutuhan pokok di Kota Bandung masih aman dan tersedia. Harga juga masih aman dan tidak naik signifikan,” sambung dia. 

Selain adanya kenaikan permintaan, kenaikan harga beras pun dipengaruhi oleh cuaca hujan. Ada beberapa daerah yang mengalami gagal panen akibat hujan, sehingga kondisi tersebut mempengaruhi stok tetapi tidak signifikan. 

Baca Juga: Mengerikan! Begini Bentuk Makhluk Astral yang Ada di Rumah Rizky Billar dan Lesti Kejora

Untuk diketahui harga beras medium terendah Rp10.000 dan tertinggi Rp11.000. Sedangkan harga beras premium terendah Rp11.500 dan tertinggi Rp13.000.***

Load More