PURWASUKA - Relokasi Pasar Rengasdengklok, Kabupaten Karawang mendapatkan penolakan dari sejumlah pedagang. Para pedagang ini mengaku keberatan tingginya harga kios di Pasar Proklamasi.
Anggota DPRD Kabupaten Karawang, Asep Syaripudin mengatakan, keputusan Pemerintah Kabupaten Karawang merelokasi pedagang pasar lama Rengasdengklok ditolak oleh sejumlah pedagang.
Disebutkannya, alasan para pedagang karena harga kios di pasar yang baru dibangun yakni Pasar Proklamasi tergolong mahal.
“Kami telah menerima aspirasi pedagang pasar lama Rengasdengklok. Mereka menilai harga kios yang ditawarkan di pasar Proklamasi (pasar yang baru), harganya terlalu tinggi,“ ucapnya pada Jumat (25/11/2022).
Pedagang pun menginginkan tetap bisa berjualan di pasar lama Rengasdengklok. Akan tetapi mendapatkan ancaman akan diruntuhkan oleh Pemkab Karawang.
Keputusan Pemkab Karawang ini karena lokasi tersebut akan digunakan sebagai ruang terbuka hijau (RTH).
Asep meminta, Pemkab untuk mengakaji lagi besaran harga kios di Pasar Proklamasi. Bahkan dia pun mendorong Pemkab, pengembang pasar dan pedagang bisa merumuskan harga kios di pasar tersebut.
“Mekanisme penentuan harga kios seharusnya direvisi ulang. Kenapa per meter sampai 20-23 juta? Padahal NJOP di Rengasdenglok sekitar Rp4 juta. Standarnya harus jelas, apa saja faktornya yang menyebabkan penentuan harga begitu tinggi?," ucapanya melansir dari Antara.
Dia menilai, pedagang tidak akan sanggup jika harus bayar kios atau lapak dengan harga cukup tinggi. Seharusnya, para pedagang lama justru diprioritaskan, dan biasanya setiap ada relokasi, pedagang yang justru mendapat subsidi sekitar 20 persen.
Baca Juga: Link Live Streaming Tunisia vs Australia Piala Dunia 2022, yang Mana Jagoanmu?
Sementara itu, pasar Rengasdengklok baru yang bernama Pasar Proklamasi dibangun oleh pihak ketiga, PT Visi Indonesia Mandiri. Selanjutnya, para pedagang akan membeli lapak dan kios yang tersedia di pasar itu.
Pihak ketiga itu menyebutkan kalau untuk lapak pedagang seharga Rp16,5 juta dan harga kios Rp19 juta. Pembeliannya dilakukan dengan cara mencicil.
Pasar Proklamasi Rengasdengklok yang baru itu dibangun di atas lahan sekitar 5 hektare. Bangunan tersebut bernilai investasi sebesar Rp116 miliar dan nantinya akan tergabung dengan terminal angkutan umum dan kendaraan bongkar muat barang.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Misi Kemanusiaan Miss Cosmo 2025: Perkuat Akses Operasi Bibir Sumbing Gratis di Indonesia
-
Izin Bodong! Daycare Little Aresha Jogja Ternyata Tak Berizin, 53 Anak Jadi Korban Kekerasan
-
Tren Arsitektur Hijau 2026: Material Eco-Friendly Jadi Standar Baru Bangunan
-
Satu Kamar Diisi 20 Anak! Polresta Jogja Bongkar Praktik Tak Manusiawi di Daycare Umbulharjo
-
Provinsi Banten Bebaskan Pajak Kendaraan Listrik
-
Menyusuri Jalur Surade Sukabumi-Bogor: Seluruh SPBU Kosong Bio Solar, Truk Beras Terhambat
-
Narasi Pemerintah soal Harga Tiket Pesawat Naik 13 Persen Dinilai Menyesatkan
-
5 Rekomendasi Track Gowes di Bogor yang Ramah Bapak-bapak, Cocok Buat Sehat Bareng Komunitas
-
Amerika Serikat Perluas Blokade Iran ke Selat Hormuz Hingga Samudra Pasifik dan Hindia
-
Terlalu Kocak, Benedictus Siregar Bikin Fatih Unru Sulit Fokus Syuting Gudang Merica