PURWASUKA- Indeks Kerawanan Pemilu alias IKP di Kota Bandung masuk level rawan sedang pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.
Koordinator Divisi Humas dan Hubal Bawaslu Kota Bandung Farhatun Fauziyah mengatakan, IKP di Kota Bandung masuk level rawan sedang.
Bahkan, level IKP di Kota Bandung bisa berubah meningkat karena saat Pemilu 2024 semua kandidit besar kemungkinan baru, khususnya pemilihan presiden.
“Kondisi IKP di Kota Bandung masuk kategori rawan sedang. Kita tetap waspada, IKP bisa saja naik dan turun,” kata Farhatun Fauziyah, Bandung, Kamis, 5 Januari 2023.
Terkait seperti apa kerawanan yang akan muncul. Pihaknya belum mengetahui pasti, meskipun Badan Pengawas Pemilu Kota Bandung sudah memilah dari berbagai aspek.
“Kita tak mengetahui seperti apa kerawanan yang akan muncul nanti (di Pemilihan Umum 2024). Walaupun sudah dipilah berbagai dimensinya, tetapi kemungkinan akan muncul aspek baru yang menimbulkan kerawanan,” kata dia.
Salah satu aspek yang berpotensi menimbulkan kerawanan tersebut diantaranya, penyelenggaraan, kontestan, masyarakat. Khusus masyarakat atau publik itu bisa menjadi unsur-unsur pemicu kerawanan.
Lantas bagaimana pencegahannya, tambah dia. Sejauh ini Badan Pengawas Pemilu akan terus mensosialisasikan program pencegahan dan pengawasan kepada masyarakat.
Sosialisasi penting dilakukan untuk mencegah pelanggaran semakin tinggi dalam pelaksanaan Pemilu Serentak 2024.
Baca Juga: Pemkot Bandung Minta Sosialisasi Pemilu Dimasifkan Demi Peningkatan Partisipasi Pemilih
“Potensi-potensi kerawanan Pemilihan Umum bisa kita antisipasi manakala seluruh stakeholder penyelenggara Pemilu ikut berkontribusi dalam upaya meredam potensi kerawanan,” ucap dia mengakhiri. ***
Berita Terkait
-
Pemkot Bandung Minta Sosialisasi Pemilu Dimasifkan Demi Peningkatan Partisipasi Pemilih
-
PKB Purwakarta Optimis Menang di Pemilu 2024 Karena Punya Modal Ini
-
Gelar Pelatihan Kader, PKB Purwakarta Gaungkan Kemenangan di Pemilu 2024
-
Pelototi Hoaks Pada Pemilu 2024, Bawaslu Bakal Bentuk Satgas, Ini Tugas Utamanya
-
Nomor Urut Partai Politik di Pemilu 2024, PKB Jadi yang Pertama
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
Terkini
-
Rumor Panas! Mantan Rekan Lionel Messi Gabung Persija Jakarta?
-
Maaf, Pintu Tertutup untuk Ragnar Oratmangoen
-
FPI Khawatirkan dan Pertanyakan Iuran Board of Peace
-
Prabowo Kumpulkan Eks Menlu: Apa Saja Poin Krusial Arah Politik Luar Negeri di Istana?
-
Omara Esteghlal Geram Prilly Diserang Sendirian, Brand Diuntungkan Tapi Artis Dikorbankan
-
20 Perangkat Xiaomi dan Redmi Resmi Kebagian HyperOS 3, UI Baru Berbasis Android 16
-
Kunci Jawaban IPS Kelas 9 Halaman 196 kurikulum Merdeka: Perdagangan Internasional
-
5 Sepatu Sepeda yang Nyaman dan Anti Slip Dipakai Sepedaan Jauh
-
Cristiano Ronaldo Kembali Mogok Main, Ancam Hengkang dari Al Nassr di Akhir Musim
-
Detail Sanksi untuk BTN Timnas Indonesia Sumardji dari FIFA