Bisnis / Keuangan
Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:18 WIB
Rupiah kembali merosot pada hari ini. [Antara]
Baca 10 detik
  • Nilai tukar rupiah melemah ke level Rp17.382 per dolar AS pada penutupan perdagangan Jumat, 8 Mei 2026.
  • Pelemahan rupiah terjadi seiring tren negatif mayoritas mata uang di Asia akibat penguatan indeks dolar AS.
  • Gejolak geopolitik di Timur Tengah serta penurunan cadangan devisa Indonesia menjadi faktor utama tekanan terhadap nilai rupiah.

Suara.com - Nilai tukar rupiah meloyo pada penutupan, Jumat, 8 Mei 2026. Mengutip data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup melempem ke level Rp 17.382 per dolar AS.

Rupiah tercatat turun 49 poin atau melemah 0,28 persen dibandingkan penutupan Kamis yang berada di level Rp 17.333.

Kondisi serupa juga tercermin pada kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) di level Rp 17.375 per dolar AS. 

Rupiah kembali merosot pada hari ini. [Suara.com]

Pelemahan rupiah hari ini sejalan dengan tren zona merah yang melanda beberapa mayoritas mata uang di Asia.  Salah satunya, adalah won Korea mencatat pelemahan terdalam yakni 0,84 persen.

Lalu, disusul ringgit Malaysia yang melemah 0,36 persen. Kemudian, rupee India melemah 0,32 persen, peso Filipina melemah 0,08 persen dan yuan China melemah 0,04 persen.

Sedangkan, beberapa mata uang Asia lainnya justru perkasa terhadap dolar AS. Misalnya, Baht Thailand menguat 0,09 persen, dolar Taiwan menguat 0,07 persen, dolar Hong Kong menguat 0,06 persen dan yen Jepang yang menguat 0,02 persen 

Sementara itu, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia ada di 98,23, naik dari sehari sebelumnya yang ada di 98,06.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemahan rupiah didorong oleh dua faktor. Faktor pertama dari kondisi Timur Tengah yang kembali memanas.

"Rupiah melemah terhadap dolar AS oleh kekuatiran terkait perkembangan geopolitik di Timur Tengah setelah terjadi insiden baku tembak  antara kapal AS dan Iran," katanya saat dihubungi Suara.com.

Baca Juga: Purbaya Ungkap Sumber Dana Bond Stabilization Fund Demi Perkuat Nilai Tukar Rupiah

Lalu faktor kedua dipengaruhi oleh Cadangan Devisa Indonesia (Cadev) yang mengalami penurunan. Hal itu membuat investor khawatir  terhadap ekonomi Indonesia

"Data yang menunjukkan cadev Indonesia kembali turun juga ikut menekan rupiah. Posisi rupiah kedepan akan tergantung pada respon Iran terhadap proposal damai AS yang diperkirakan akan terjadi dalam waktu dekat ini," jelasnya.

Load More