PURWASUKA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Barat buka suara terkait kasus keracunan jajanan chiki ngebul yang menimpa 28 anak di Kabupaten Tasikmalaya dan Kota Bekasi.
Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes Jabar, Ryan Bayusantika Rustandi mengatakan, peristiwa keracunan 24 anak berada di wilayah Kabupaten Tasikmalaya dan empat anak di Kota Bekasi terjadi dalam rentang waktu yang berbeda.
Kasus yang terjadi di Kabupaten Tasikmalaya terjadi pada 15 November 2022. Sedangak kasus yang terjadi di Kota Bekasi terjadi pada 21 Desember 2022.
Dia menerangkan, belasan anak yang menjadi korban tidak mengalami gejala akibat keracunan ini. Namun satu orang di Kabupaten Tasikmalaya harus mendapatkan perawatn intensif di rumah sakit.
Kemudian, ada tujuh anak lainnya bergejela namun tidak sampai mendapatkan perawatan di rumah sakit.
“Jadi yang 24 itu 7 berubah gejalanya itu menjadi sakit perut dan pusing, itu diobservasi di Puskesmas,” terang Ryan mengutip dari Jabarnews.com.
Usai mendapat penanganan dari tim medis, kata Ryan, anak-anak yang sebelumnya dilarikan ke rumah sakit sudah diperbolehkan pulang.
Sementara kasus karacunan Chiki Ngebul di Kota Bekasi, kata Ryan, dari 4 anak, satu orang diantaranya harus dilarikan ke RS Haji Jakarta Selatan. Korban disebut mengalami peradangan pada bagian dinding usus.
Dijelaskan Ryan, rata-rata usia anak yang keracunan akibat mengonsumsi Chiki Ngebul adalah 4 hingga 13 tahun atau berada pada jenjang TK hingga SMP.
Baca Juga: 16 Wilayah di Jawa Barat Berpotensi Hujan Disertai Kilat dan Angin Kencang, Berikut Daftarnya
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
Terkini
-
Jangan Panik Sinyal Hilang di Tanah Suci, Ini 4 Lokasi Posko Layanan Telkomsel di Makkah dan Madinah
-
Harga Minyakita Tembus Rp20 Ribu, Pemkot Pekanbaru Panggil Distributor
-
Luis Enrique: PSG vs Bayern Laga Terbaik Saya Sebagai Pelatih!
-
4 Shio Diprediksi Kurang Beruntung 29 April 2026, Tikus hingga Kerbau Perlu Jaga Emosi dan Dompet!
-
Dari Kursi Kekuasaan ke Sel Way Hui: Jejak Arinal Djunaidi di Pusaran Korupsi Dana Migas
-
Pasar Modal Fluktuatif, Ini Alasan BBRI Jadi Rekomendasi Saham saat Krisis
-
Black Clover Masuki Arc Akhir Setelah 11 Tahun, Duel Asta dan Yuno Dimulai
-
Anggaran Renovasi Griya Agung Rp5,25 Miliar Jadi Sorotan, Herman Deru Buka Suara
-
4 TNI Terdakwa Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Jalani Sidang Perdana, Intip Ancaman Hukumannya
-
Bocoran Xiaomi 17T Muncul, Bawa Kamera Leica 50MP dan Fast Charging 67W