/
Rabu, 11 Januari 2023 | 21:15 WIB
Permainan lato-lato. *Instagram @youracktive (**/Instagram @youracktive/)

PURWASUKA-Psikolog Universitas Gadjah Mada (UGM) Koentjoro tidak setuju terhadap aturan sekolah yang justru melarang siswa bermain lato-lato, khususnya di dalam lingkungan sekolah. 

Menurut Koentjoro, sekolah seharusnya bisa menjadi fasilitator bagi anak dalam menyalurkan hobi bermain lato-lato.

“Misalnya dengan menyelenggarakan lomba lato-lato yang tidak hanya sebagai sarana menampung hobi anak, tetapi juga mengajarkan bagaimana bermain secara jujur dan sportif,” kata Koentjoro dilansir PURWASUKA dari laman UGM diunggah Selasa, 10 Januari 2023. 

Selain itu, seharusnya sekolah punya peran untuk memberikan pengertian kepada siswanya akan aturan dan cara bermain lato-lato yang aman serta tidak mengganggu lingkungan. 

Sekolah seharusnya bisa mengingatkan, bukan hanya sekedar melarang karena berbahaya atau membiarkan saja. Namun anak-anak diingatkan bahaya lato-lato bagi diri sendiri dan orang lain serta kapan bisa bermain biar peka terhadap lingkungan. 

Sisi Positif Lato-lato 
Lebih lanjut ia menjelaskan, ada sisi positif yang perlu dipahami oleh masyarakat terkait permainan lato-lato bagi anak-anak. Salah satunya, mengurangi ketergantungan anak untuk bermain gawai. 

“Segi positifnya ketergantungan anak pada handphone (HP) jadi berkurang. Dulunya waktu untuk main HP sekarang ke lato-lato,” jelas dia. 

Disamping itu, permainan lato-lato pun dapat melatih konsentrasi, ketangkasan fisik, kepercayaan diri, sosialisasi dan dampak positif lainnya. 

Belum lagi permainan ini bisa menjadi sarana anak-anak untuk berolah raga, belaar konsentrasi secara murah. 

Baca Juga: Nafa Urbach Mengomentari Kasus KDRT Ferry Irawan, Sindir Venna Melinda?

Adapun terkait lato-lato yang dikabarkan banyak melukai anak-anak ketika memainkannya. Ia mengimbau agar orang tua hadir untuk mengawasinya. Kehadiran orang tua dalam hal ini menjadi sangat penting.

Peran orang tua menjadi krusial untuk memberikan pemahaman atau mengedukasi anak-anak terkait cara, aturan, hingga bahaya dari setiap permainan yang dimainkan termasuk lato-lato.

“Peran orang tua harus ada, bermain dengan aman harus diajarkan kepada anak. Aturan kapan main juga dijelaskan seperti saat memakai HP, agar tidak mengganggu lingkungan,” imbau dia. *** 

Load More