/
Sabtu, 21 Januari 2023 | 13:21 WIB
Ilustrasi geng motor. (Istimewa)

PURWASUKA - Orang tua harus bisa melakukan pencegahan dini dengan mencegah anak agar tidak ikut geng motor dan kasus geng motor yang tidak akan pernah selesai tanpa peran serta sejumlah pihak terkait.

Hal tersebut diungkapkan Kapolres Purwakarta, AKBP Edwar Zulkarnain. Dia mengatakan, para orang tua harus mengawasi anak mereka, jangan sampai terlibat dalam pergaulan bebas.

"Tetap kita mengingatkan orangtua untuk mengontrol anaknya ketika tidak di lingkungan rumah. Tanpa orang tua ikut campur, tidak akan selesai," katanya, Sabtu (21/1/2023).

Dia mengatakan, orang tua tidak boleh membiarkan begitu saja anak-anaknya yang terlibat dengan geng motor. 

"Orang tua harus curiga dan bertanya bila anaknya belum pulang ketika sudah tengah malam bahkan menjelang pagi. Terutama kalau mereka pergi dengan motor yang bising dan tidak lengkap," katanya.

Fenomena geng motor di Kabupaten Purwakarta, menurut Edwar, adalah gambaran anak-anak muda Purwakarta yang mencari aktualilasi diri. Di tengah perkembangan teknologi yang pesat, anak-anak muda karena alasan tertentu kehilangan tempat bermain, kehangatan keluarga dan mengaktualisasikan diri.

"Orang tua perlu menerapkan pola komunikasi yang baik dan kualitas hubungan yang positif dengan anak," ucapnya. 

Selain itu, orang tua perlu mengarahkan anak remajanya untuk mengikuti kegiatan yang positif bersama dengan teman sebayanya seperti kegiatan olahraga maupun seni seperti grup musik.

Bila remaja sudah terlanjur terpengaruh bahkan menjadi anggota geng motor, Edwar menyarankan orang tua untuk membawa anaknya berkonsultasi dengan tenaga profesional seperti psikolog untuk mengetahui kondisi anaknya secara lebih mendalam.

Baca Juga: Jelang Perayaan Imlek, 4.550 Anggota Polisi Fokus Amankan 255 Vihara di Jakarta

"Penerimaan dari kedua orang tua terhadap kondisi yang dialami anak serta langkah selanjutnya adalah dengan memperbaiki pola komunikasi dan kualitas hubungan antara orang tua dengan anak," tutur Edwar. 

Edwar menilai seorang remaja tidak akan terpengaruh untuk ikut-ikutan menjadi anggota geng motor selama memiliki konsep diri yang berkembang baik dan perkembangan identitas diri yang positif.

"Remaja yang memiliki kualitas hubungan dan komunikasi yang baik dengan orang tua serta lingkungan teman sebaya yang positif juga relatif tidak akan ikut-ikutan bergabung dengan geng motor," ungkapnya. 

Dirinya mengimbau para orangtua tidak membiarkan anaknya berkendara jika belum mempunyai SIM. Hal tersebut guna mengurangi kesempatan mereka untuk terjerumus kelompok geng motor.

“Artinya, kalau mereka sudah di rumah, kita harapkan orangtua yang mengontrol dan menjaga kemana anaknya itu selama di rumah,” pungkas Edwar.

Load More