PURWASUKA - Dalam rangka edukasi mengenai permainan tradisional mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kampus STIES Indonesia Purwakarta kelompok 8 yang ditempatkan di Desa Pondokbungur, Kecamatan Pondoksalam, Kabupaten Purwakarta mengadakan perlombaan lato-lato bagi anak-anak di desa tersebut.
Kegiatan yang digelar Pada Minggu (29/1/2023) itu di Lapang Badminton Kantor Desa Pondokbungur, Kecamatan Pondoksalam itu diikuti 17 orang anak-anak di wilayah tersebut.
Ketua KKN STIES Indonesia Purwakarta kelompok 8, Aji Suryadi mengatakan, lato-lato merupakan permainan jadul di era tahun 80-an ini, saat ini sudah banyak diminati kembali khususnya para anak-anak usia 6-12 tahun.
Berdasarkan penelitian para ahli, kata dia, permainan lato-lato ini dapat meningkatkan kemapuan anak sebesar 30 persen dan dapat mengurangi konsumsi gadget yang berlebihan.
"Untuk itu, kami Mahasiswa KKN Kelompok 8 Kampus STIES Indonesia Purwakarta berupaya menyampaikan edukasi mengenai penggunaan lato-lato secara aman, melalui perlombaan. Kami Memberikan pesan edukasi kepada mereka supaya lato-lato tetap menyenangkan, sehat, dan aman," ucap Aji, Senin (31/1/2023).
Menurut Aji, lato-lato dapat menjadi salah satu alternatif permainan yang menggabungkan psikomotorik, afektif, dan pengetahuan.
Dia berharap kepopuleran lato-lato bisa mendorong orang untuk kembali memainkan permainan-permainan tradisional yang lain, sehingga tidak hanya terpaku pada permainan digital saja.
"Penyelenggaraan lomba lato-lato ditujukan untuk mengedukasi masyarakat, khususnya anak-anak, mengenai penggunaan permainan tradisional seperti lato-lato. Kami adakan kegiatan pengabdian ini karena memang ada yang pro dan kontra terhadap permainan lato-lato," ujarnya.
Walupun pro dan kontra, Aji menilai, perlombaan lato-lato ini bisa berguna dan menjadi wadah permainan anak-anak, yang mana perlombaan ini dapat menguji keseimbangan, ketelitian dan ke kreativitasan si anak dalam memainkan lato-lato.
Baca Juga: Sebelum Witan Masuk, Persija 'Buang' Otavio Dutra dan Braif Fatari
"Lewat perlombaan ini, kami harapkan anak-anak tidak hanya terpaku pada gadget mereka, tapi mereka akan bergerak, bisa bermain bersama teman-temannya, sehingga bisa menumbuhkan rasa kebersamaan dan empati antar mereka," tutur Aji.
Ia juga menyebut bahwa, permainan lawas ini juga sangat mendukung perkembangan motorik pada anak.
“Dengan adanya aktivitas seperti ini, anak-anak menjadi tidak mager (malas bergerak), fisiknya tambah sehat, kreatifitasnya akan muncul dan bisa mengurangi penggunaan gawai," ucap Aji.
Diketahui, lato-lato di Indonesia sebagai mainan tradisional anak-anak telah dikenal dan dimainkan serta menjadi tren mode pada era 1970 oleh anak-anak Makassar dan beberapa daerah di Pulau Jawa.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
HS Rokoknya Wong Sumatera, Haji Suryo Punya Ikatan Emosional dengan Palembang
-
Panen Kritikan, Reizuka Ari Disebut Beri Contoh Buruk Usai Viral Minum Banyak Suplemen Sekaligus
-
NCKL Siapkan Rp1 Triliun untuk Buyback Saham, Cek Jadwalnya
-
Salad Jadi Pilihan Camilan Sehat saat Cuaca Panas, Ini Manfaat dan Resep Segarnya
-
Media Vietnam Soroti John Herdman, Sebut Ragu dengan Kekuatan Timnas Indonesia di Piala AFF
-
Sopir Truk MinyaKita Tewas Diikat, Kepala Dilakban Ternyata Dihabisi Rekan
-
Kisah Tragedi Berdarah di Apartemen Virgil dalam film, They Will Kill You
-
3 Cushion Lokal Anti Luntur yang Bikin Wajah Tetap Glowing Saat Cuaca Panas
-
APBD Daerah Terbatas, Herman Deru Usul Cara Baru Cari Dana Pembangunan Sumsel
-
Bukan Penjara, Kejaksaan Lombok Tengah Ubah Pelaku Kejahatan Jadi Tenaga Kerja Handal