PURWASUKA - Wilayah Kabupaten Purwakarta sejak Minggu, 26 Februari 2023 malam hingga Senin, 27 Februari 2023 pagi diguyur hujan deras. Hingga sekitar pukul 09.00 WIB hujan masih merata terjadi hampir di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Purwakarta.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purwakarta meminta warga untuk waspada terutama bagi mereka yang tinggal di lokasi rawan bencana.
"Sekarang cuaca sedang tidak menentu, kadan pagi panas tapi siang tiba-tiba hujan disertai angin kencang. Kadang juga seharian hujan, makanya masyarakat harus waspada," ucap Kepala BPBD Kabupaten Purwakarta, Juddy Herdiana, Senin, 27 Februari 2023.
Untuk itu, Juddy mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati terhadap cuaca ekstrem seperti hujan lebat yang disertai petir dan angin, serta dampak lain seperti banjir bandang, longsor, genangan, angin kencang, pohon tumbang dan jalan licin.
"Tetap waspada dalam segala kemungkinan bencana baik itu longsor, banjir dan tanah bergerak. Segera lakukan penyelamatan minimal untuk diri sendiri dan keluarga terdekat apabila tempat nya terancam bencana," katanya.
Menurut Juddy, dalam beberapa hari kedepan cuaca yang tidak bersahabat masih akan terjadi. Apalagi informasi dari Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak musim hujan akan terjadi pada bulan Februari ini.
Juddy juga sudah menyampikan imbauan ini kepada para petinggi desa, pimpinan Perangkat Daerah, hingga grup grup para relawan di Kabupaten Purwakarta untuk tetap siaga.
"Siapkan kepentingan darurat dalam satu tas bisa pakaian, baju dalam dan obat pribadi. Tetap tenang dan jangan panik, petugas BPBD yang bersiaga di tiap kecamatan juga memantau perkembangan cuaca berikut potensi bencana yang mungkin terjadi," tutur Juddy.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026