PURWASUKA - Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana marah hingga mengancam akan memotong Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) Aparatur Sipil Negara (ASN) sebesar 10 persen.
Marahnya orang nomor satu di Kabupaten Karawang itu bukan tanpa sebab. Pasalnya ada ASN yang sengaja 'kabur' pada dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2024.
Akibat kelakuan oknum ASN itu, Cellica pun marah besar dan mengingatkan para ASN di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Karawang tidak 'membandel' lagi dengan meninggalkan lokasi acara.
“Ini acara tahunan, setahun sekali. Saya minta seluruh ASN tidak ada yang kabur-kaburan. Harus tuntas sampai selesai,” ucapnya saat Musrenbang RKPD 2024 di Hotel Mercure Karawang, Kamis, 16 Maret 2023.
Tak hanya itu, Cellica pun meminta Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) mengevaluasi ASN yang kedapatan kabur tersebut.
Kemudian BKPSDM dimintanya untuk mengecek absen oknum ASN tersebut harus membuat video sebagai bentuk laporan pemantauan.
Hal ini karena menurut Cellica acara Musrembang sangat penting. Sehingga tidak boleh ditinggalkan karena penting untuk keberlangsungan program ke depannya.
“Tolong, BKPSDM buat video dan absen. Kirim nanti ke saya. Karena Musrenbang ini penting, kita mendengarkan aspirasi (masukan) untuk diterapkan di program 2024 mendatang,” katanya mengutip dari Tvberita.co.id.
Sehubungan dengan itu, Bupati Karawang memberikan instruksi kepada ASN dan menegaskan apabila instruksinya dihiraukan, maka dirinya akan potong TPP 10 persen sebagai bentuk sanksi.
Baca Juga: Sambut Arus Mudik Lebaran 2023, Pakar: Sebaiknya Ada Pengaturan Jam Angkutan Logistik
“Pak Sekda, BKPSDM yang abur-aburan ASN potong TPP, laporkan ke kami,” pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Badai Pasti Berlalu! 5 Shio Ini Akhiri Masa Sulit dan Banjir Rezeki pada 26 Juni 2026
-
Belajar Bisnis Media di Chongqing, Bantu Branding Daerah lewat Influencer
-
Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km